Bom Kembar Guncang Baghdad, 38 Orang Terbunuh

Senin, 15 Januari 2018 - 16:57 WIB
Bom Kembar Guncang Baghdad,...
Bom Kembar Guncang Baghdad, 38 Orang Terbunuh
A A A
BAGHDAD - Dua ledakan bom mengguncang Ibu Kota Irak, Baghdad, pada Senin (15/1/2018). Data sementara dari polisi dan medis menyatakan, 38 orang terbunuh.

Lebih dari 100 orang terluka oleh serangan “bom kembar” tersebut.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak Saad Maan mengatakan, serangan di Baghdad pada hari ini dilakukan oleh dua pelaku bom bunuh diri.

Kedua pelaku, ujar Maan, meledakkan bom yang terpasang di ikat pinggang mereka di kerumunan pekerja di Al Tayaran Square, Baghdad tengah.

Awalnya, Kementerian Dalam Negeri mencatat korban tewas sebanyak 16 orang dengan 65 orang lainnya terluka. Namun, dalam hitungan jam jumlah korban tewas dan luka bertambah banyak.

Sumber medis mengatakan jumlah korban tewas diperkirakan akan terus meningkat. Banyak orang yang terluka dalam kondisi kritis.

Al Tayaran adalah persimpangan utama di Baghdad yang menghubungkan Kota Sadr dan jembatan Al-Jumariyah yang berada di atas sungai Efrat. Semua jalan menuju Al Tayaran Square saat ini telah ditutup.

Rekaman video yang dipublikasikan di Twitter oleh kantor berita Kurdi, Rudaw, menunjukkan tingkat kerusakan yang parah akibat dua ledakan bom tersebut.

Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Sebelumnya, pada hari Sabtu, sejumlah orang tewas dan beberapa orang terluka, termasuk polisi setelah seorang pembom bunuh diri menargetkan sebuah pos pemeriksaan keamanan di dekat Lapangan Aden, sebelah utara Baghdad.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Irak sendiri sejak Desember lalu telah mengumumkan kemenangan perang atas kelompok Islamic State atau ISIS. Belum diketahui, apakah serangan bom kembar hari ini dilakukan sisa-sisa militan ISIS atau kelompok lain.

Ahmed Rushdi, Direktur House of Iraqi Expertise Foundation, mengatakan serangan baru-baru ini menunjukkan kesalahan besar di jaringan intelijen Ibu Kota Irak.

”Ini menunjukkan kepada orang-orang bahwa bahkan kemenangan besar (Perdana Menteri) Haider al-Abadi terhadap Daesh (akronim Arab untuk ISIS) tidak dapat mengendalikan Baghdad,” katanya kepada Al Jazeera.

”Ini masalah besar karena orang mengira Daesh sudah berakhir sekarang, tapi mengirim pesan bahwa tidak demikian, sebenarnya mereka masih di sana,” kata Rushdi yang berbicara dari Baghdad.
(mas)
Berita Terkait
Enam Tahun Pasca Serangan...
Enam Tahun Pasca Serangan ISIS, Nasib Kaum Yazidi Masih Belum Jelas
Irak Setop Tayangan...
Irak Setop Tayangan Prank Berbau Aksi Teror
Bom Sepeda Motor Tewaskan...
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak, Diduga Dilakukan ISIS
ISIS Masih Kuat, NATO...
ISIS Masih Kuat, NATO akan Kirim 3.500 Pasukan Tambahan ke Irak
Warga Irak Sambut Paus...
Warga Irak Sambut Paus Fransiskus di Bekas Pertahanan ISIS
Pernah Jajah Irak, George...
Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
4 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
5 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
6 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
7 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
8 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
9 jam yang lalu
Infografis
6 Fakta Buster GBU-57,...
6 Fakta Buster GBU-57, Bom Bunker AS yang Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved