Pasca Gelombang Demonstrasi, Tunisia Umumkan Reformasi Sosial

Minggu, 14 Januari 2018 - 16:23 WIB
Pasca Gelombang Demonstrasi,...
Pasca Gelombang Demonstrasi, Tunisia Umumkan Reformasi Sosial
A A A
TUNIS - Pemerintah Tunisia mengumumkan gelombang reformasi sosial. Pengumuman ini dikeluarkan setelah dihantam aksi demonstrasi selama beberapa hari oleh demonstran anti penghematan.

Aksi demonstrasi pecah menjelang peringatan ketujuh lengsernya Presiden Zine al-Abidine Ben Ali. Pemerintah Tunisia pun mengadakan pertemuan darurat sebagai tanggapan atas demonstrasi yang telah terjadi dan lebih dari 800 orang telah ditangkap.

Pejabat negara mengatakan rencana telah diajukan ke parlemen untuk mereformasi perawatan medis, perumahan dan meningkatkan bantuan untuk orang miskin.

Mohammed Trabelsi, menteri urusan sosial, mengatakan bahwa pemerintah mengusulkan pembayaran kesejahteraan yang meningkat kepada mereka yang membutuhkan dana sebesar USD 70 juta.

"Ini akan mempengaruhi sekitar 250.000 keluarga. Ini akan membantu orang miskin dan kelas menengah," katanya seperti dilansir dari BBC, Minggu (14/1/2018).

Dia juga menyinggung rencana untuk menjamin perawatan medis dan reformasi perumahan, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Demonstrasi dimulai awal bulan ini setelah pemerintah mengumumkan pajak tahun baru dan kenaikan harga dalam anggaran 2018.

Sebelumnya, pada bulan Desember Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan kepada Tunisia bahwa pihaknya perlu mengambil "tindakan mendesak" untuk mengurangi defisit anggarannya.

Pemerintah yang secara berurutan telah gagal menyelesaikan pengangguran nasional dan kemiskinan, serta industri pariwisata vital negara tersebut telah berjuang untuk membangun kembali setelah serangan teror yang ditargetkan warga negara asing pada tahun 2015, menewaskan puluhan orang.

Warga Tunisia telah turun ke jalan melawan langkah-langkah anggaran, meskipun Perdana Menteri Yousef Chahed mencoba meyakinkan warga Tunisia bahwa 2018 akan menjadi tahun "sulit" terakhir di negara itu.

Juru bicara kementerian dalam negeri Khlifa Chibani mengatakan pada hari Sabtu bahwa 803 orang telah ditangkap sepanjang minggu karena dicurigai melakukan kekerasan, pencurian dan penjarahan selama demonstrasi.

Ia mengatakan 97 anggota pasukan keamanan telah terluka dalam kerusuhan tersebut, namun tidak mengatakan berapa banyak pemrotes yang telah terluka.

Kantor hak asasi manusia PBB menyatakan keprihatinannya pada hari Jumat karena sejumlah besar demonstran ditahan.

Tapi Presiden Beji Caid Essebsi menuduh pers asing "memperkuat" kerusuhan dan merusak citra negara tersebut dengan liputannya.

Ia pun menjadi tuan rumah perundingan untuk mengatasi krisis selama dua jam. Perundingan itu dihadiri perwakilan partai politik, serikat pekerja, dan pengusaha pada Sabtu kemarin.
(ian)
Berita Terkait
Setelah PM, Presiden...
Setelah PM, Presiden Tunisia Juga Pecat Menhan dan Menteri Kehakiman
Presiden Tunisia Saied...
Presiden Tunisia Saied Tunjuk Perdana Menteri Perempuan Pertama
AS Desak Presiden Tunisia...
AS Desak Presiden Tunisia Segera Bentuk Pemerintahan yang Jujur
Presiden Tunisia Sebut...
Presiden Tunisia Sebut Negaranya Dijalankan oleh Mafia
Aksinya Dituduh Kudeta,...
Aksinya Dituduh Kudeta, Ini Jawaban Presiden Tunisia Kais Saied
Tunisia Dilaporkan Tangkap...
Tunisia Dilaporkan Tangkap 1.000 Orang dalam Kerusuhan Selama 6 Malam
Berita Terkini
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
10 menit yang lalu
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
14 menit yang lalu
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
46 menit yang lalu
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
2 jam yang lalu
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
2 jam yang lalu
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
3 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved