Ketika Konvoi Kendaran Tempur Militer AS Ditilang Polantas Jerman

Kamis, 11 Januari 2018 - 23:27 WIB
Ketika Konvoi Kendaran...
Ketika Konvoi Kendaran Tempur Militer AS Ditilang Polantas Jerman
A A A
SAXONY - Polisi lalu lintas (polantas) Saxony, Jerman, menghentikan enam kendaraan tempur howitzer tentara Amerika Serikat (AS) yang konvoi di jalan raya di kota tersebut. Rombongan militer itu ditilang karena kelebihan muatan dan tidak memiliki dokumen identifikasi yang benar.

Tindakan polantas di Jerman pada hari Rabu ini sebagai penegasan bahwa tidak ada orang yang berada di atas hukum ketika berada di jalan raya negara Eropa tersebut.

Polisi di Saxony selalu siaga tinggi mengingat jalan raya di kota tersebut selalu dilintasi kendaraan berkecepatan tinggi. Namun, menilang konvoi tentara AS yang dilengkapi meriam menjadi pemandangan langka.

Enam howitzer M-109 militer AS itu sebenarnya tidak mengaspal secara langsung, namun diangkut dengan sejumlah trailer yang dioperasikan perusahaan kargo Polandia. Enam kendaraan tempur itu hendak dibawa ke lokasi rahasia yang dikelola Angkatan Darat AS di Jerman, namun dihentikan polantas Saxony ketika melintasi jalan raya A4.

Transportasi yang tidak biasa itu akhirnya terhenti tepat di luar Kota Bautzen, Jerman timur.

”Pemeriksaan menyeluruh (konvoi) menunjukkan bahwa dokumen transportasi yang dibutuhkan hilang, muatannya terlalu lebar dan terlalu berat,” kata pihak polantas Soxony dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Russia Today, Kamis (11/1/2018).

Salah satu truk, lanjut polisi, juga kelebihan muatan sekitar 16 ton, dan pengemudi yang dikirim oleh sebuah perusahaan kargo Polandia telah melampaui batas kecepatan mengemudi dan kelelahan.

”Daftar panjang kecacatan telah mendorong polisi untuk melarang konvoi tersebut lewat sampai kendaraan yang muatannya berlebih sesuai untuk muatan semestinya, lisensi ada, dan semua persyaratan lainnya terpenuhi,” lanjut pihak polantas.

Perusahaan kargo dan supir truk akhirnya dikenai denda.

Insiden yang tidak biasa menjadi berita utama di media Jerman ini telah memicu kegaduhan di media sosial. Beberapa pengguna media sosial memuji polisi karena melakukan pekerjaan dengan baik. Pengguna media sosial lainnya bertanya-tanya mengapa militer AS menggunakan infrastruktur sipil Jerman.

”Petugas harus mendapat medali, dan saya harap perusahaan kargo itu akan didenda berat. Alat perang yang menjijikkan berhasil dihentikan dari jalurnya,” tulis warga setempat, Sven Uhlemann, di Facebook.

“Semoga yang terbaik bagi petugas polisi dan karier mereka, mereka berani menasihati roda kepemimpinan AS,” puji pengguna media sosial lainnya, Rene Burkhardt.
(mas)
Berita Terkait
Jerman Beli 60 Helikopter...
Jerman Beli 60 Helikopter Chinook dari Boeing Amerika Serikat
Menlu Amerika Serikat...
Menlu Amerika Serikat Blinken ke Qatar dan Jerman Bahas Afghanistan
5 Negara NATO dengan...
5 Negara NATO dengan Militer Terkuat Jika Amerika Serikat Keluar, Siapa Saja?
Jerman Mengaku Belum...
Jerman Mengaku Belum Diberitahu AS Soal Rencana Penarikan Pasukan
Merkel: AS Tak Bisa...
Merkel: AS Tak Bisa Lagi Diandalkan, UE Harus Bentuk Sistem Pertahanan Sendiri
Trump Menyetujui Rencana...
Trump Menyetujui Rencana Penarikan 9.500 Pasukan AS dari Jerman
Berita Terkini
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
45 menit yang lalu
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
1 jam yang lalu
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
2 jam yang lalu
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
4 jam yang lalu
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
4 jam yang lalu
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved