Inggris Kutuk Penangkapan Gadis Penampar Tentara Israel

Kamis, 11 Januari 2018 - 11:58 WIB
Inggris Kutuk Penangkapan...
Inggris Kutuk Penangkapan Gadis Penampar Tentara Israel
A A A
LONDON - Seorang menteri pemerintah Inggris mengecam penangkapan remaja Palestina Ahed Tamimi. Ia mengatakan tentara Israel seharusnya tidak berada di wilayah yang diduduki Tepi Barat.

Pejabat kementerian luar negeri Inggris, Alistair Burt, mengutuk penangkapan remaja Palestina tersebut. Tamimi menjadi berita utama internasional saat sebuah video memperlikan ia menampar seorang tentara Israel bersenjata berat yang berdiri di atas properti keluarganya di Nabi Saleh, Desember lalu.

Alistair Burt, menteri negara untuk Timur Tengah di Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris, berbicara untuk membela gadis remaja, yang keluarganya mengatakan bahwa dia tahu secara pribadi.

"Yang benar adalah tentara Israel seharusnya tidak berada di sana dan wanita muda seharusnya tidak perlu melakukan apa yang dia lakukan," kata Burt.

"Kita harus bekerja keras guna mendapatkan penyelesaian untuk masalah ini sehingga kaum muda ini tidak perlu terus melakukan apa yang mereka lakukan," imbuhnya.

Burt menegaskan bahwa pemerintah Inggris telah membuat pernyataan kepada pihak berwenang Israel mengenai kasus Ahed Tamimi.

Ayah Tamimi, Bassem al-Tamimi, mengatakan bahwa sebelumnya tentara Israel telah menembakkan gas air mata dan memecahkan jendela di rumah keluarga tersebut.

Menurut al-Tamimi putrinya dengan marah memprotes setelah mengetahui bahwa sepupunya yang masih remaja terluka parah setelah ditembak di muka dengan peluru baja berlapis karet. Aksi itu dilaporkan ditembakkan oleh seorang tentara Israel dalam jarak dekat.

Video high-profile tersebut menggerakkan gelombang solidaritas untuk Ahed Tamimi, yang sekarang dipandang secara luas sebagai simbol perlawanan Palestina terhadap pendudukan Israel.

Aksi protes yang meluas dan diikuti aksi kekerasan terjadi di Palestina seiring pengumuman Donald Trump bahwa Amerika Serikat (AS) sekarang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Selama kerusuhan tersebut, sekitar 300 anak-anak, termasuk Tamimi, dilaporkan ditahan di penjara-penjara Israel.
(ian)
Berita Terkait
Sepertiga Anggota Parlemen...
Sepertiga Anggota Parlemen Desak PM Inggris Akui Negara Palestina
Tiru Inggris, AS Akan...
Tiru Inggris, AS Akan Akui Negara Palestina
4 Alasan Inggris Akan...
4 Alasan Inggris Akan Akui Palestina sebagai Negara
Arab Saudi Sambut Keinginan...
Arab Saudi Sambut Keinginan Inggris Akui Negara Palestina
Ironi Inggris, Dulu...
Ironi Inggris, Dulu Ikut Membentuk Negara Israel, Kini Akui Kemerdekaan Palestina
Palestina Murka Inggris...
Palestina Murka Inggris Berencana Pindahkan Kedubes ke Yerusalem
Berita Terkini
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
12 menit yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
58 menit yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
1 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
2 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
3 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved