PM Israel Bela Putranya yang Mabuk di Luar Kelab Bugil
Rabu, 10 Januari 2018 - 03:33 WIB
PM Israel Bela Putranya yang Mabuk di Luar Kelab Bugil
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu membela putranya, Yair Netanyahu, yang direkam wartawan dalam kondisi mabuk bersama dua rekannya di luar kelab striptis atau bugil. Dalam keadaan mabuk, putra Netanyahu berniat menyewa pelacur untuk kedua rekannya.
Kejadian itu sejatinya berlangsung di kelab striptis di Tel Aviv pada tahun 2015, namun rekaman baru ditayangkan media Israel, Hadashot News, pada hari Senin.
Netanyahu membela putranya karena rekaman itu diambil secara ilegal atau tidak sah. Publikasi rekaman itu semakin memperburuk citra keluarga PM Netanyahu yang saat ini sedang disorot publik atas tuduhan korupsi.
Dua rekan Yair Netanyahu yang terlibat percakapan di luar kelab striptis adalah Nir Maimon, putra konglomerat gas alam Kobi Maimon, dan Roman Abramov, seorang karyawan konglomerat perjudian Australia James Packer. Abramov dituduh media Israel telah mendapatkan proyek pekerjaan oleh pemerintah Netanyahu meski tanpa pengalaman yang relevan.
Baca: Mabuk di Luar Kelab Bugil, Putra PM Israel Ingin Sewa Pelacur
Ketiga pemuda yang mabuk tersebut terdengar tengah berdiskusi tentang berapa banyak uang yang mereka habiskan di kelab striptis pada malam itu. Tak lama kemudian Yair Netanyahu berniat untuk mengatur pertemuan dengan seorang pelacur untuk “menyervis” kedua rekannya.
Namun, “servis” itu membutuhkan 400 shekel (Rp1,5 juta), yang menurut Abramov, Maimon harus memberi pinjaman kepada putra PM Israel tersebut.
”Bro, kamu harus memandangku. Ayahku membuat kesepakatan hebat untuk ayahmu, bro. Dia berjuang, bertarung di Knesset (parlemen) untuk ini, bro,” kata Yair Netanyahu.
”Bro, ayahku sekarang mengatur kesepakatan senilai USD20 miliar untukmu dan kamu tidak dapatkah meminjamiku 400 shekel?,” ujar Yair Netanyahu.
Percakapan tersebut tampaknya mengacu pada kesepakatan kontroversial mengenai proyek ladang gas lepas pantai Tamar dan Leviathan, yang sebelumnya sebagian dikuasai oleh Kobi Maimon. Berdasarkan kesepakatan tersebut, operasi tersebut telah terlindungi oleh peraturan anti-monopoli dan oleh perubahan struktur perpajakan.
Rekaman tersebut telah menjadi berita utama di Israel, di mana Yair dikritik karena menggunakan mobil dan sopir yang didanai negara untuk membawanya berkeliling ke kelab strip bersama dengan satpam yang didanai negara.
“Perilaku kebangkrutan, menjijikkan, kasar, merendahkan perempuan, sementara dia didampingi satpam dengan sebuah mobil yang didanai oleh negara,” kecam anggota parlemen Israel dari kubu oposisi, Shelly Yachimovich di Facebook.
Yair Nentanyahu mengecam publikasi rekaman tersebut. Namun dia juga meminta maaf kepada publik Israel. PM Netanyahu menegaskan bahwa putranya telah bersunguh-sungguh meminta maaf. ”Istri saya dan saya membesarkan anak-anak kami untuk menghormati seseorang dan menghormati semua perempuan,” kata Netanyahu, seperti dikutip Reuters, Rabu (10/1/2018).
Kejadian itu sejatinya berlangsung di kelab striptis di Tel Aviv pada tahun 2015, namun rekaman baru ditayangkan media Israel, Hadashot News, pada hari Senin.
Netanyahu membela putranya karena rekaman itu diambil secara ilegal atau tidak sah. Publikasi rekaman itu semakin memperburuk citra keluarga PM Netanyahu yang saat ini sedang disorot publik atas tuduhan korupsi.
Dua rekan Yair Netanyahu yang terlibat percakapan di luar kelab striptis adalah Nir Maimon, putra konglomerat gas alam Kobi Maimon, dan Roman Abramov, seorang karyawan konglomerat perjudian Australia James Packer. Abramov dituduh media Israel telah mendapatkan proyek pekerjaan oleh pemerintah Netanyahu meski tanpa pengalaman yang relevan.
Baca: Mabuk di Luar Kelab Bugil, Putra PM Israel Ingin Sewa Pelacur
Ketiga pemuda yang mabuk tersebut terdengar tengah berdiskusi tentang berapa banyak uang yang mereka habiskan di kelab striptis pada malam itu. Tak lama kemudian Yair Netanyahu berniat untuk mengatur pertemuan dengan seorang pelacur untuk “menyervis” kedua rekannya.
Namun, “servis” itu membutuhkan 400 shekel (Rp1,5 juta), yang menurut Abramov, Maimon harus memberi pinjaman kepada putra PM Israel tersebut.
”Bro, kamu harus memandangku. Ayahku membuat kesepakatan hebat untuk ayahmu, bro. Dia berjuang, bertarung di Knesset (parlemen) untuk ini, bro,” kata Yair Netanyahu.
”Bro, ayahku sekarang mengatur kesepakatan senilai USD20 miliar untukmu dan kamu tidak dapatkah meminjamiku 400 shekel?,” ujar Yair Netanyahu.
Percakapan tersebut tampaknya mengacu pada kesepakatan kontroversial mengenai proyek ladang gas lepas pantai Tamar dan Leviathan, yang sebelumnya sebagian dikuasai oleh Kobi Maimon. Berdasarkan kesepakatan tersebut, operasi tersebut telah terlindungi oleh peraturan anti-monopoli dan oleh perubahan struktur perpajakan.
Rekaman tersebut telah menjadi berita utama di Israel, di mana Yair dikritik karena menggunakan mobil dan sopir yang didanai negara untuk membawanya berkeliling ke kelab strip bersama dengan satpam yang didanai negara.
“Perilaku kebangkrutan, menjijikkan, kasar, merendahkan perempuan, sementara dia didampingi satpam dengan sebuah mobil yang didanai oleh negara,” kecam anggota parlemen Israel dari kubu oposisi, Shelly Yachimovich di Facebook.
Yair Nentanyahu mengecam publikasi rekaman tersebut. Namun dia juga meminta maaf kepada publik Israel. PM Netanyahu menegaskan bahwa putranya telah bersunguh-sungguh meminta maaf. ”Istri saya dan saya membesarkan anak-anak kami untuk menghormati seseorang dan menghormati semua perempuan,” kata Netanyahu, seperti dikutip Reuters, Rabu (10/1/2018).
(mas)