Mabuk di Luar Kelab Bugil, Putra PM Israel Ingin Sewa Pelacur
Selasa, 09 Januari 2018 - 22:29 WIB
Mabuk di Luar Kelab Bugil, Putra PM Israel Ingin Sewa Pelacur
A
A
A
TEL AVIV - Yair Netanyahu, Putra Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu terekam kamera sedang mabuk dan bercakap-cakap dengan dua rekannya di luar kelab striptis atau bugil. Dalam percakapan itu, Yair Netanyahu berniat menyewa pelacur untuk kedua rekannya.
Polah Yair Netanyahu semakin memperburuk citra keluarga PM Israel yang jadi sorotan publik terkait tuduhan korupsi. Kejadian itu diduga berlangsung tahun 2015, namun rekaman kamera baru diputar stasiun televisi Israel pada hari Senin.
Dua rekan Yair Netanyahu yang terlibat percakapan di luar kelab striptis adalah Nir Maimon, putra konglomerat gas alam Kobi Maimon, dan Roman Abramov, seorang karyawan konglomerat perjudian Australia James Packer. Abramov dituduh media Israel telah mendapatkan proyek pekerjaan oleh pemerintah Netanyahu meski tanpa pengalaman yang relevan.
Ketiga pemuda yang mabuk tersebut terdengar tengah berdiskusi tentang berapa banyak uang yang mereka habiskan di kelab striptis pada malam itu. Tak lama kemudian Yair Netanyahu berniat untuk mengatur pertemuan dengan seorang pelacur untuk “menyervis” kedua rekannya.
Namun, “servis” itu membutuhkan 400 shekel (Rp1,5 juta), yang menurut Abramov, Maimon harus memberi pinjaman kepada putra PM Israel tersebut.
”Bro, kamu harus melihatku. Ayahku membuat kesepakatan hebat untuk ayahmu, bro. Dia berjuang, bertarung di Knesset (parlemen) untuk ini, bro,” kata Yair Netanyahu, seperti dikutip Times of Israel, Selasa (9/1/2018).
”Bro, ayahku sekarang mengatur kesepakatan senilai USD20 miliar untukmu dan kamu tidak dapatkah meminjamiku 400 shekel?,” ujar Yair Netanyahu.
Percakapan tersebut tampaknya mengacu pada kesepakatan kontroversial mengenai proyek ladang gas lepas pantai Tamar dan Leviathan, yang sebelumnya sebagian dikuasai oleh Kobi Maimon. Berdasarkan kesepakatan tersebut, operasi tersebut telah terlindungi oleh peraturan anti-monopoli dan oleh perubahan struktur perpajakan.
Percakapan yang direkam itu sekilas bercanda. Media Israel menggambarkannya sebagai tingkah orang idiot.
Menanggapi publikasi rekaman itu, keluarga Netanyahu marah dan menuduh media berupaya menyerang PM Israel.
”Malam ini saya melihat sebuah laporan pers kuning yang memalukan, yang menyajikan rekaman percakapan ilegal yang terjadi dua setengah tahun yang lalu. Dalam percakapan malam, di bawah pengaruh alkohol, saya berbicara omong kosong tentang wanita dan hal-hal lain yang lebih baik tidak diucapkan,” kata Yair Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
”Ucapan itu tidak mencerminkan siapa saya, nilai-nilai di mana saya dibesarkan dan keyakinan saya. Saya menyesali ucapan dan meminta maaf jika ada yang terluka oleh itu. Selain itu, hal-hal yang saya katakan pada Maimon adalah lelucon bodoh dan candaan dengan dia, seperti yang bisa dikatakan siapa pun. Saya tidak pernah menaruh minat pada kesepakatan kerangka kerja gas alam dan tidak pernah tahu tentang rinciannya.”
Sementara itu, pihak The Israel Television News Company yang menyiarkan rekaman itu menegaskan bahwa rekaman tersebut dibuat dan disiarkan secara legal.
Polah Yair Netanyahu semakin memperburuk citra keluarga PM Israel yang jadi sorotan publik terkait tuduhan korupsi. Kejadian itu diduga berlangsung tahun 2015, namun rekaman kamera baru diputar stasiun televisi Israel pada hari Senin.
Dua rekan Yair Netanyahu yang terlibat percakapan di luar kelab striptis adalah Nir Maimon, putra konglomerat gas alam Kobi Maimon, dan Roman Abramov, seorang karyawan konglomerat perjudian Australia James Packer. Abramov dituduh media Israel telah mendapatkan proyek pekerjaan oleh pemerintah Netanyahu meski tanpa pengalaman yang relevan.
Ketiga pemuda yang mabuk tersebut terdengar tengah berdiskusi tentang berapa banyak uang yang mereka habiskan di kelab striptis pada malam itu. Tak lama kemudian Yair Netanyahu berniat untuk mengatur pertemuan dengan seorang pelacur untuk “menyervis” kedua rekannya.
Namun, “servis” itu membutuhkan 400 shekel (Rp1,5 juta), yang menurut Abramov, Maimon harus memberi pinjaman kepada putra PM Israel tersebut.
”Bro, kamu harus melihatku. Ayahku membuat kesepakatan hebat untuk ayahmu, bro. Dia berjuang, bertarung di Knesset (parlemen) untuk ini, bro,” kata Yair Netanyahu, seperti dikutip Times of Israel, Selasa (9/1/2018).
”Bro, ayahku sekarang mengatur kesepakatan senilai USD20 miliar untukmu dan kamu tidak dapatkah meminjamiku 400 shekel?,” ujar Yair Netanyahu.
Percakapan tersebut tampaknya mengacu pada kesepakatan kontroversial mengenai proyek ladang gas lepas pantai Tamar dan Leviathan, yang sebelumnya sebagian dikuasai oleh Kobi Maimon. Berdasarkan kesepakatan tersebut, operasi tersebut telah terlindungi oleh peraturan anti-monopoli dan oleh perubahan struktur perpajakan.
Percakapan yang direkam itu sekilas bercanda. Media Israel menggambarkannya sebagai tingkah orang idiot.
Menanggapi publikasi rekaman itu, keluarga Netanyahu marah dan menuduh media berupaya menyerang PM Israel.
”Malam ini saya melihat sebuah laporan pers kuning yang memalukan, yang menyajikan rekaman percakapan ilegal yang terjadi dua setengah tahun yang lalu. Dalam percakapan malam, di bawah pengaruh alkohol, saya berbicara omong kosong tentang wanita dan hal-hal lain yang lebih baik tidak diucapkan,” kata Yair Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
”Ucapan itu tidak mencerminkan siapa saya, nilai-nilai di mana saya dibesarkan dan keyakinan saya. Saya menyesali ucapan dan meminta maaf jika ada yang terluka oleh itu. Selain itu, hal-hal yang saya katakan pada Maimon adalah lelucon bodoh dan candaan dengan dia, seperti yang bisa dikatakan siapa pun. Saya tidak pernah menaruh minat pada kesepakatan kerangka kerja gas alam dan tidak pernah tahu tentang rinciannya.”
Sementara itu, pihak The Israel Television News Company yang menyiarkan rekaman itu menegaskan bahwa rekaman tersebut dibuat dan disiarkan secara legal.
(mas)