Militan Rohingya Bersumpah Akan Terus Perangi Pemerintah Myanmar

Senin, 08 Januari 2018 - 01:12 WIB
Militan Rohingya Bersumpah...
Militan Rohingya Bersumpah Akan Terus Perangi Pemerintah Myanmar
A A A
NAYPYIDAW - Kelompok militan Rohingya, ARSA, mengklaim penyergapan terhadap sebuah kendaraan yang melukai tiga orang dimana dua diantaranya adalah tentara Myanmar. Mereka bersumpah akan terus memerangi pemerintah Myanmar.

Serangan oleh Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) tahun lalu memicu pembalasan militer yang mendorong sekitar 650 ribu orang Rohingya untuk melarikan diri ke Bangladesh.

Sekarang mengatakan bahwa berada di balik penyergapan sebuah truk militer di negara bagian Rakhine pada hari Jumat yang melukai tiga orang.

Baca juga:
Gerilyawan Rohingya Sergap Kendaraan di Rakhine, 3 Terluka


ARSA memposting sebuah pernyataan dari pemimpinnya, Ata Ullah, di Twitter yang mengkonfirmasikan keterlibatannya dalam penyergapan tersebut. Ia mengatakan pihaknya tidak memiliki pilihan lain pilihan lain selain memerangi terorisme yang disponsori oleh negara Myanmar terhadap penduduk Rohingya dengan tujuan membela, menyelamatkan dan melindungi komunitas Rohingya.

Mereka juga meminta orang-orang Rohingya untuk berunding mengenai kebutuhan kemanusiaan dan masa depan politik mereka, seperti dikutip dari BBC, Senin (8/1/2017).

ARSA beroperasi di negara bagian Rakhine di utara Myanmar, di mana orang-orang Rohingya menghadapi penganiayaan. Kelompok tersebut, yang dipandang sebagai teroris oleh pemerintah Myanmar, mengatakan bahwa mereka memperjuangkan hak politik Rohingya.

Bentrokan meletus secara berkala antara kelompok etnis, namun pada tahun lalu, sebuah pemberontakan Rohingya bersenjata telah berkembang. ARSA hanya melakukan serangan sporadis, namun awal 25 Agustus tahun lalu, kelompok ini melancarkan serangan terhadap sekitar 30 pos polisi dan tentara memicu respons militer yang sengit.

Pada saat yang sama, pihak berwenang menuduh pejuang Arsa membunuh 28 penduduk desa Hindu yang mayatnya diduga ditemukan di sebuah kuburan massal.

Selain menyebabkan 650 ribu etnis Rohingya eksodus ke Bangladesh, sedikitnya 6.700 Rohingya tewas dalam bulan setelah kekerasan Agustus lalu, kata Médecins Sans Frontières.
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Myanmar: Sebagian Besar...
Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Berita Terkini
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
2 jam yang lalu
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
3 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
4 jam yang lalu
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
5 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
9 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
10 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved