Publik New York Bela Gadis Palestina Penampar Tentara Israel
Sabtu, 06 Januari 2018 - 15:50 WIB
Publik New York Bela Gadis Palestina Penampar Tentara Israel
A
A
A
NEW YORK - Ratusan warga di New York, Amerika Serikat (AS) berkumpul di New Grand Central Terminal. Mereka memprotes penahanan Ahed Tamimi, gadis Palestina penampar tentara Israel.
Gadis 16 tahun itu ditangkap pasukan Israel pada 19 Desember 2017 setelah video tentang aksi menampar wajah tentara Israel jadi sorotan media internasional. Ahed kini jadi ikon baru perjuangan Palestina melawan pendudukan Israel.
Tak hanya Ahed Tamimi, anggota keluarganya juga ditangkap pasukan Israel atas demonstrasi menentang pendudukan di wilayah Tepi Barat, Palestina.
Baca: Singapura Larang Film Gadis Palestina Penampar Tentara Israel
Di New York, penyelenggara demo memanfaatkan kasus penahanan Ahed Tamimi untuk menyoroti penahanan anak di Israel, Amerika Serikat dan negara-negara lain.
Para demonstran meneriakkan berbagai ungkapan untuk membela aktivis remaja Palestina itu. Berbagai ujaran yang diteriakkan demonstran antara lain; “Dari Brooklyn ke Palestina, Pendudukan adalah Sebuah Kejahatan”, “Dari Palestina ke Filipina”, “Hentikan Mesin Perang AS” dan ujaran lainnya.
Joe Catron, koordinator AS untuk Samidoun Palestinian Prisoner Solidarity Network, menyoroti arti penting usia Ahed Tamimi dan pensiun Israel terhadap pemenjaraan remaja dan anak kecil.
”Tahukah Anda mengapa hal ini sangat tidak masuk akal?,” kata Catron seperti dikutip Al Arabiya, Sabtu (6/1/2018), mengacu pada rumor bahwa usia Ahed Tamimi diduga lebih tua dari yang dia klaim. “Karena negara Israel mengendalikan pendaftaran populasi Palestina; mereka tahu persis berapa umur semua orang.”
Baca juga: Kenalkan Ahed Tamimi, Gadis Palestina Penampar Tentara Israel
Catron menekankan nasib kondisi Ahed Tamimi yang akan merayakan ulang tahun ke-17 tahun pada masa yang akan datang di dalam penjara Israel.
Selain gadis tersebut, ratusan anak di bawah umur juga berada dalam penjara Israel. Jumlah tahanan anak melonjak setelah pengakuan sepihak Presiden Donald Trump atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel yang memicu demo besar di Palestina dan banyak negara lainnya.
Meski ratusan warga New York membela Ahed Tamimi, ada tiga orang pendukung Presiden Trump yang membela Israel. Ketiganya membawa plakat bertuliskan “Penjarakan Ahed”. Mereka juga mengibarkan bendera Israel.
Gadis 16 tahun itu ditangkap pasukan Israel pada 19 Desember 2017 setelah video tentang aksi menampar wajah tentara Israel jadi sorotan media internasional. Ahed kini jadi ikon baru perjuangan Palestina melawan pendudukan Israel.
Tak hanya Ahed Tamimi, anggota keluarganya juga ditangkap pasukan Israel atas demonstrasi menentang pendudukan di wilayah Tepi Barat, Palestina.
Baca: Singapura Larang Film Gadis Palestina Penampar Tentara Israel
Di New York, penyelenggara demo memanfaatkan kasus penahanan Ahed Tamimi untuk menyoroti penahanan anak di Israel, Amerika Serikat dan negara-negara lain.
Para demonstran meneriakkan berbagai ungkapan untuk membela aktivis remaja Palestina itu. Berbagai ujaran yang diteriakkan demonstran antara lain; “Dari Brooklyn ke Palestina, Pendudukan adalah Sebuah Kejahatan”, “Dari Palestina ke Filipina”, “Hentikan Mesin Perang AS” dan ujaran lainnya.
Joe Catron, koordinator AS untuk Samidoun Palestinian Prisoner Solidarity Network, menyoroti arti penting usia Ahed Tamimi dan pensiun Israel terhadap pemenjaraan remaja dan anak kecil.
”Tahukah Anda mengapa hal ini sangat tidak masuk akal?,” kata Catron seperti dikutip Al Arabiya, Sabtu (6/1/2018), mengacu pada rumor bahwa usia Ahed Tamimi diduga lebih tua dari yang dia klaim. “Karena negara Israel mengendalikan pendaftaran populasi Palestina; mereka tahu persis berapa umur semua orang.”
Baca juga: Kenalkan Ahed Tamimi, Gadis Palestina Penampar Tentara Israel
Catron menekankan nasib kondisi Ahed Tamimi yang akan merayakan ulang tahun ke-17 tahun pada masa yang akan datang di dalam penjara Israel.
Selain gadis tersebut, ratusan anak di bawah umur juga berada dalam penjara Israel. Jumlah tahanan anak melonjak setelah pengakuan sepihak Presiden Donald Trump atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel yang memicu demo besar di Palestina dan banyak negara lainnya.
Meski ratusan warga New York membela Ahed Tamimi, ada tiga orang pendukung Presiden Trump yang membela Israel. Ketiganya membawa plakat bertuliskan “Penjarakan Ahed”. Mereka juga mengibarkan bendera Israel.
(mas)