China Sambut Baik Rencana Pembicaraan Damai Korut-Korsel
Jum'at, 05 Januari 2018 - 17:01 WIB
China Sambut Baik Rencana Pembicaraan Damai Korut-Korsel
A
A
A
BEIJING - Kementerian Luar Negeri China mengaku menyambut baik rencana pembicaraan damai antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel). Korut dan Korsel dijadwalkan akan melakukan pertemuan pada awal pekan depan.
"Kami menyambut dan mendukung upaya nyata untuk memperbaiki hubungan di semenanjung Korea, setelah Korea Utara dan Korea Selatan sepakat untuk mengadakan perundingan resmi minggu depan untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang.
"Pembicaraan damai tersebut akan menciptakan suasana kondusif untuk memperbaiki situasi di semenanjung tersebut," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Jumat (5/1).
Sebelumnya diwartakan, Kementerian Unifikasi Korsel mengumumkan, rezim Kim Jong-un menerima tawaran Seoul untuk mengadakan pembicaraan atau perundingan antara Korut dan Korsel yang dimulai Selasa, 9 Januari 2018.
Kementerian itu mengatakan, perundingan kedua Korea antara lain untuk membahas partisipasi Pyongyang di Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang dan hal-hal lain yang menjadi kepentingan bersama.
Juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Baik Tae-hyun tawaran tanggal dimulainya dialog itu disampaikan pada hari Selasa lalu. Lokasi dialog akan berlangsung di situs gencatan senjata Panmunjeom di perbatasan kedua Korea.
”Korea Utara telah menerima proposal kami untuk bertemu di Rumah Perdamaian Panmunjeom (Zona Demiliterisasi Korea) pada tanggal 9 Januari. Kedua pihak memutuskan untuk membahas masalah tingkat kerja dengan bertukar dokumen, Akan fokus pada isu-isu terkait dengan peningkatan hubungan antar-Korea, termasuk Olimpiade PyeongChang," ucap Tae-hyun.
"Kami menyambut dan mendukung upaya nyata untuk memperbaiki hubungan di semenanjung Korea, setelah Korea Utara dan Korea Selatan sepakat untuk mengadakan perundingan resmi minggu depan untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang.
"Pembicaraan damai tersebut akan menciptakan suasana kondusif untuk memperbaiki situasi di semenanjung tersebut," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Jumat (5/1).
Sebelumnya diwartakan, Kementerian Unifikasi Korsel mengumumkan, rezim Kim Jong-un menerima tawaran Seoul untuk mengadakan pembicaraan atau perundingan antara Korut dan Korsel yang dimulai Selasa, 9 Januari 2018.
Kementerian itu mengatakan, perundingan kedua Korea antara lain untuk membahas partisipasi Pyongyang di Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang dan hal-hal lain yang menjadi kepentingan bersama.
Juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Baik Tae-hyun tawaran tanggal dimulainya dialog itu disampaikan pada hari Selasa lalu. Lokasi dialog akan berlangsung di situs gencatan senjata Panmunjeom di perbatasan kedua Korea.
”Korea Utara telah menerima proposal kami untuk bertemu di Rumah Perdamaian Panmunjeom (Zona Demiliterisasi Korea) pada tanggal 9 Januari. Kedua pihak memutuskan untuk membahas masalah tingkat kerja dengan bertukar dokumen, Akan fokus pada isu-isu terkait dengan peningkatan hubungan antar-Korea, termasuk Olimpiade PyeongChang," ucap Tae-hyun.
(esn)