Menlu Indonesia dan India akan Bertemu dengan Format Sidang
Kamis, 04 Januari 2018 - 16:32 WIB
Menlu Indonesia dan India akan Bertemu dengan Format Sidang
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi akan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj pada Jumat (5/1/2018) besok. Pertemuan di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia di Jakarta Pusat tersebut akan digelar dengan format sidang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Christiawan Nasir mengatakan, pertemuan dua diplomat top itu untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-India, khususnya di bidang ekonomi.
Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri Indonesia Ferdy Nico Yohannes Piay menambahkan bahwa pertemuan tersebut merupakan sidang komisi kelima yang digelar oleh Indonesia dan India.
Sidang komisi ini sejatinya sempat mati suri selama lima tahun terakhir, karena sejumlah hal. Namun, kedua pihak memutuskan untuk menghidupkan kembali setelah meningkatnya intensitas pertemuan antara pejabat kedua negara.
”Isu yang akan dibahas yang ada di bawah kemitraan strategis, kerja sama yang luas di bidang politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-politik. Fokusnya akan kepada tiga pilar tersebut,” kata Ferdy pada Kamis (4/1/2018).
”Kita mungkin akan dorong kerja sama dalam bidang deradikalisasi, karena kita memiliki banyak persamaan. India juga menilai punya persamaan dengan kita, yakni negara multikultural,” ujarnya.
Menurut Ferdy, pertemuan kedua menteri ini juga bagian dari serangkaian pertemuan yang akan digelar kedua negara. Dalam beberapa hari kedepan, ada beberapa keguitan penting antara Indonesia dan India, salah satunya pertemuan untuk membahas masalah keamanan, teroris, cyber security, dan kejahatan lintas negara yang akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Pulhukam) Indonesia dan Penasihat Keamanan India.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Christiawan Nasir mengatakan, pertemuan dua diplomat top itu untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-India, khususnya di bidang ekonomi.
Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri Indonesia Ferdy Nico Yohannes Piay menambahkan bahwa pertemuan tersebut merupakan sidang komisi kelima yang digelar oleh Indonesia dan India.
Sidang komisi ini sejatinya sempat mati suri selama lima tahun terakhir, karena sejumlah hal. Namun, kedua pihak memutuskan untuk menghidupkan kembali setelah meningkatnya intensitas pertemuan antara pejabat kedua negara.
”Isu yang akan dibahas yang ada di bawah kemitraan strategis, kerja sama yang luas di bidang politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-politik. Fokusnya akan kepada tiga pilar tersebut,” kata Ferdy pada Kamis (4/1/2018).
”Kita mungkin akan dorong kerja sama dalam bidang deradikalisasi, karena kita memiliki banyak persamaan. India juga menilai punya persamaan dengan kita, yakni negara multikultural,” ujarnya.
Menurut Ferdy, pertemuan kedua menteri ini juga bagian dari serangkaian pertemuan yang akan digelar kedua negara. Dalam beberapa hari kedepan, ada beberapa keguitan penting antara Indonesia dan India, salah satunya pertemuan untuk membahas masalah keamanan, teroris, cyber security, dan kejahatan lintas negara yang akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Pulhukam) Indonesia dan Penasihat Keamanan India.
(mas)