Usai Tombol Nuklir, AS Klaim Mental Trump Ungguli Kim Jong-un
Kamis, 04 Januari 2018 - 09:07 WIB
Usai Tombol Nuklir, AS Klaim Mental Trump Ungguli Kim Jong-un
A
A
A
WASHINGTON - Setelah Presiden Donald John Trump meledeak Kim Jong-un dengan mengklaim tombol nuklir Amerika Serikat (AS) lebih besar dan lebih kuat dibanding milik Korea Utara (Korut), kini giliran kebugaran mental kedua pemimpin itu jadi sorotan.
Gedung Putih membela Trump dengan mengklaim kebugaran mental Presiden AS itu lebih unggul atau lebih baik ketimbang pemimpin Korut.
”Presiden dan rakyat negeri ini harus peduli dengan kebugaran mental pemimpin Korea Utara,” kata juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders, dalam konferensi pers.
”Dia (Kim Jong-un) membuat ancaman berulang-ulang, dia berkali-kali menguji misil, selama bertahun-tahun, dan ini (Trump) adalah presiden yang tidak akan meringkuk dan yang tidak akan lemah serta akan memastikan bahwa dia melakukan apa yang dia janjikan untuk dilakukan, dan itu berdiri melindungi rakyat Amerika,” ujar Sanders, seperti dikutip Reuters, Kamis (4/1/2018).
Baca: Ledek Kim Jong-un, Trump: Tombol Nuklir Saya Lebih Besar!
Perang kata-kata soal “tombol nuklir” itu bermula dari pidato Tahun Baru Kim Jong-un yang mengatakan bahwa tombol senjata nuklir Pyongyang selalu tersedia di mejanya.
“Seluruh Amerika Serikat berada dalam jangkauan senjata nuklir kami, dan sebuah tombol nuklir selalu ada di meja saya,” kata Kim.
”Ini adalah kenyataan, bukan ancaman,” lanjut Kim. ”Senjata ini hanya akan digunakan jika keamanan kami terancam.”
Pidato diktator muda Pyongyang itu lantas dibalas Trump melalui Twitter. ”Akankah (mampu) seseorang dari rezimnya yang kekuarangan dan kelaparan makanan, tolong beritahu dia bahwa saya juga memiliki tombol nuklir, tapi ini lebih besar dan lebih kuat daripada yang dia miliki, dan tombol nuklir saya bekerja!,” tulis Trump via akun @realDonaldTrump.
Ketika kebugaran mental Trump jadi sorotan karena mengumbar retorika “tombol nuklir”, seorang wartawan bertanya kepada Sanders; ”Bukankah berbahaya bagi presiden untuk mengejeknya (Kim Jong-un) di Twitter?”.
Sanders menjawab; ”Saya tidak berpikir mengejek demi membela rakyat negaranya. Yang berbahaya adalah untuk mengabaikan ancaman yang terus berlanjut.”
Ketika ditanya, apakah Trump sadar bahwa metafora tombol nuklir warna merah itu sebenarnya tidak ada, Sanders berkelit dengan mengatakan bahwa Trump memang lebih besar daripada Kim.
”Presiden sangat menyadari bagaimana proses kerjanya dan kapasitas Amerika Serikat. Dan saya dapat mengatakan bahwa ini lebih baik dari Korea Utara,” kata Sanders membela Trump.
Gedung Putih membela Trump dengan mengklaim kebugaran mental Presiden AS itu lebih unggul atau lebih baik ketimbang pemimpin Korut.
”Presiden dan rakyat negeri ini harus peduli dengan kebugaran mental pemimpin Korea Utara,” kata juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders, dalam konferensi pers.
”Dia (Kim Jong-un) membuat ancaman berulang-ulang, dia berkali-kali menguji misil, selama bertahun-tahun, dan ini (Trump) adalah presiden yang tidak akan meringkuk dan yang tidak akan lemah serta akan memastikan bahwa dia melakukan apa yang dia janjikan untuk dilakukan, dan itu berdiri melindungi rakyat Amerika,” ujar Sanders, seperti dikutip Reuters, Kamis (4/1/2018).
Baca: Ledek Kim Jong-un, Trump: Tombol Nuklir Saya Lebih Besar!
Perang kata-kata soal “tombol nuklir” itu bermula dari pidato Tahun Baru Kim Jong-un yang mengatakan bahwa tombol senjata nuklir Pyongyang selalu tersedia di mejanya.
“Seluruh Amerika Serikat berada dalam jangkauan senjata nuklir kami, dan sebuah tombol nuklir selalu ada di meja saya,” kata Kim.
”Ini adalah kenyataan, bukan ancaman,” lanjut Kim. ”Senjata ini hanya akan digunakan jika keamanan kami terancam.”
Pidato diktator muda Pyongyang itu lantas dibalas Trump melalui Twitter. ”Akankah (mampu) seseorang dari rezimnya yang kekuarangan dan kelaparan makanan, tolong beritahu dia bahwa saya juga memiliki tombol nuklir, tapi ini lebih besar dan lebih kuat daripada yang dia miliki, dan tombol nuklir saya bekerja!,” tulis Trump via akun @realDonaldTrump.
Ketika kebugaran mental Trump jadi sorotan karena mengumbar retorika “tombol nuklir”, seorang wartawan bertanya kepada Sanders; ”Bukankah berbahaya bagi presiden untuk mengejeknya (Kim Jong-un) di Twitter?”.
Sanders menjawab; ”Saya tidak berpikir mengejek demi membela rakyat negaranya. Yang berbahaya adalah untuk mengabaikan ancaman yang terus berlanjut.”
Ketika ditanya, apakah Trump sadar bahwa metafora tombol nuklir warna merah itu sebenarnya tidak ada, Sanders berkelit dengan mengatakan bahwa Trump memang lebih besar daripada Kim.
”Presiden sangat menyadari bagaimana proses kerjanya dan kapasitas Amerika Serikat. Dan saya dapat mengatakan bahwa ini lebih baik dari Korea Utara,” kata Sanders membela Trump.
(mas)