Iran Umumkan Kemenangan Atas Demonstrasi Anti Pemerintah

Kamis, 04 Januari 2018 - 06:33 WIB
Iran Umumkan Kemenangan...
Iran Umumkan Kemenangan Atas Demonstrasi Anti Pemerintah
A A A
TEHERAN - Kepala Garda Revolusi Iran telah mengumumkan kekalahan "kekuatan penghasut" di negara tersebut, mengacu kepada gelombang demonstrasi anti pemerintah. Aksi demonstrasi anti pemerintah yang berjalan selama seminggu terakhir telah menewaskan 21 orang dan lebih dari 450 orang ditangkap.

Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari mengumumkan bahwa puluhan ribu orang menghadiri demonstrasi pro-pemerintah yang diserukan untuk melawan aksi anti pemerintah.

"Hari ini, kita dapat mengatakan bahwa inilah akhir dari penghasutan," kata Jafari seperti dikutip dari BBC, Kamis (4/1/2018).

Jafari mengatakan bahwa kesiagaan keamanan dan kewaspadaan masyarakat telah menyebabkan kekalahan musuh. Sedangkan Garda Revolusi hanya melakukan intervensi dengan cara terbatas di tiga provinsi.

"Ada maksimal 1.500 orang di setiap tempat dan jumlah pengacau tidak melebihi 15.000 orang di seluruh negeri," ujarnya.

Jenderal tersebut menyalahkan agen anti-revolusioner, pro-monarkis dan pasukan yang menurutnya telah diumumkan oleh mantan menteri luar negeri Amerika Serikar (AS) Hillary Clinton untuk menciptakan kerusuhan, anarki, ketidakamanan dan intrik di Iran.

"Musuh telah mencoba untuk mengajukan ancaman budaya, ekonomi dan keamanan terhadap Islam Iran," katanya.

Komentarnya seolah mengamini pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang juga menyalahkan "musuh" yang tidak dapat didefinisikan. Analis percaya hal itu merujuk ke AS, Israel dan Arab Saudi.

Namun jenderal tersebut juga menyalahkan "mantan pejabat" untuk demonstrasi tersebut, dalam sebuah komentar yang diyakini oleh analis merujuk pada mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad, yang telah mengkritik pejabat pemerintah, khususnya Kepala Kehakiman Sadegh Amoli Larijani, dalam beberapa pekan terakhir.

Televisi negara Iran menyiarkan beberapa demonstrasi pro-pemerintah. Mereka yang mengadakan aksi di kota Kermanshah, Ilam dan Gorgan.

Beberapa demonstran membawa bendera dan gambar Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Di kota Qom, para demonstran meneriakkan "kematian tentara bayaran Amerika". Nyanyian di tempat lain termasuk "darah di pembuluh darah kita adalah hadiah untuk pemimpin kita" dan "perusuh sedetik harus dieksekusi".

Aksi demonstrasi anti pemerintah di Iran dimulai pada Kamis lalu di kota Masyhad. Protes pada awalnya melawan kenaikan harga dan korupsi, namun beralih ke sentimen anti-pemerintah yang lebih luas.

Mereka telah menjadi yang terbesar sejak aksi pemilihan presiden 2009 yang dipersengketakan.

Kantor berita Reuters melaporkan demonstrasi baru-baru ini setelah malam tiba di kota Malayer di provinsi Hamadan barat, dengan para pemrotes meneriakkan: "Orang-orang mengemis, pemimpin tertinggi bertindak seperti Tuhan!"

Video di media sosial menunjukkan pemrotes di Nowshahr meneriakkan "kematian kepada diktator", sebuah ungkapan yang telah digunakan melawan Ayatollah Khamenei, kantor tersebut melaporkan.

Associated Press mengatakan bahwa video lain telah muncul pada hari Rabu dari pemrotes yang meruntuhkan gambar ayatullah di Noor Abad, sejauh 360 km barat daya Teheran, meskipun tidak jelas kapan rekaman tersebut diambil.

Sementara tiga anggota dinas keamanan tewas di Piranshahr, sebuah wilayah di provinsi Azerbaijan Barat yang berbatasan dengan Kurdistan Irak, menurut sebuah pernyataan dari Garda Revolusi.

Namun, daerah tersebut kadang-kadang terlibat bentrokan dengan separatis Kurdi yang berbasis di Irak, dan serangan tersebut tidak dianggap terkait dengan demonstrasi baru-baru ini.
(ian)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
9 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
13 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved