Ilmuwan Nuklir Korut Bunuh Diri di Penjara

Sabtu, 30 Desember 2017 - 09:31 WIB
Ilmuwan Nuklir Korut...
Ilmuwan Nuklir Korut Bunuh Diri di Penjara
A A A
PYONGYANG - Seorang ilmuwan nuklir Korea Utara (Korut) dilaporkan bunuh diri di penjara beberapa jam sebelum diinterogasi. Ilmuwan itu sebelumnya dideportasi kembali ke negara asalnya setelah membelot ke China.

Pembelot, yang berusia 50-an tahun, adalah seorang peneliti utama di pusat fisika Academy of Sciences di Pyongyang. Dia diidentifikasi oleh Radio Free Asia (RFA) sebagai Hyun Cheol-huh, tidak diketahui apakah itu adalah nama sebenarnya atau bukan.

Seorang sumber di provinsi North Hamgyong mengatakan kepada RFA bahwa dia dipaksa kembali pada 17 November lalu. Ia kemudian ditempatkan di sel isolasi di departemen keamanan negara di kota Sinuiju, di mana dia kemudian menelan racun.

"Ia meninggal sebelum ditanyai tentang alasan pelariannya, yang telah membantunya dan rutenya," kata sumber itu seperti dikutip dari Telegraph, Sabtu (30/12/2017).

Menurut sumber tersebut, Hyun telah mengambil cuti dari pekerjaannya karena ia merasa cemas atas proyek penelitiannya.

"Tiba-tiba, dia mengunjungi kerabat dekat perbatasan tanpa memberi tahu keluarganya dan tanpa membawa dokumen yang benar untuk bepergian. Dan ketika dia mengetahui bahwa pihak berwenang mencarinya, dia langsung menghilang," beber sumber tersebut.

Laporan menunjukkan bahwa Hyun telah berusaha untuk bergabung dengan pembelot lain dan orang-orang China tidak menyadari identitas sebenarnya saat mereka diberi tahu oleh intelijen Korut.

Meskipun menemukan bukti kekejaman hak asasi manusia, telah terjadi lonjakan arus deportasi yang dilaporkan ke Korut dari China, rute pelarian yang paling umum untuk para pembelot.

Pada hari Jumat, Harian NK melaporkan bahwa pasukan perbatasan Korut telah memerintahkan menembak pembelot yang berusaha melarikan diri, bahkan jika mereka telah memasuki wilayah China, atau akan menghadapi regu tembak.

Tindakan keras tersebut mengikuti pembelotan pejabat dengan profil tinggi Oh Chong-song, seorang prajurit muda yang berani berlari menuju kebebasanya tertangkap kamera dan disiarkan ke seluruh dunia.

Perintah tersebut menyatakan bahwa seluruh wilayah perbatasan sekarang harus dianggap sebagai garis depan pertahanan dan diubah menjadi benteng yang tak dapat ditembus.

Tindakan kejam datang dengan korban manusia yang luar biasa. Bulan lalu, pembelot Korut, Taewon Lee (29) mengajukan permohonan bantuan internasional untuk menyelamatkan istri dan anak kecilnya agar tidak dideportasi kembali setelah mereka ditangkap oleh orang China untuk bergabung dengannya di Seoul.

Meskipun dengan putus asa melobi kementerian luar negeri Korea Selatan (Korsel) untuk meminta bantuan, dia menemukan akhir bulan lalu bahwa mereka telah dipaksa kembali ke Korut.

Sedikit yang diketahui tentang nasib mereka, namun dalam sebuah wawancara sebelumnya dengan Telegraph, Lee jelas ketakutan akan kesejahteraan mereka jika mereka kembali.

"Mereka pasti akan dikirim ke kamp penjara. Dalam kasus terburuk, mereka akan terbunuh," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan: China-Rusia...
Korea Selatan: China-Rusia Kunci Denuklirisasi Korea Utara
Korea Selatan Desak...
Korea Selatan Desak China Bantu 'Jinakkan' Korea Utara
Korea Utara Kecam Kunjungan...
Korea Utara Kecam Kunjungan Blinken ke China
Kabur ke China karena...
Kabur ke China karena Kelaparan, Dua Tentara Korut Ditangkap
Buronan Rp326 Juta Asal...
Buronan Rp326 Juta Asal Korut Berhasil Diciduk Polisi China
Berita Terkini
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
10 menit yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
1 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
1 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
2 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
5 jam yang lalu
Infografis
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved