Khamenei: Trump Akan Gagal Melawan Iran seperti Reagan
Kamis, 28 Desember 2017 - 12:15 WIB
Khamenei: Trump Akan Gagal Melawan Iran seperti Reagan
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin spiritual tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan gagal terkait sikap kerasnya terhadap Iran. Khamenei mengatakan bahwa Teheran lebih kuat daripada pada saat Ronald Reagan yang lebih berkuasa dan lebih cerdas.
"Reagan lebih kuat dan lebih pintar dari Trump, dan dia adalah aktor yang lebih baik dalam melakukan ancaman, dan dia juga bergerak melawan kami dan mereka menembak jatuh pesawat kami," kata Khamenei.
Khamenei merujuk pada insiden tahun 1988, di mana sebuah kapal perang AS menembak jatuh sebuah pesawat penumpang Iran di atas Teluk. Insiden itu menewaskan semua penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 290. Washington menyatakan insiden itu merupakan sebuah kesalahan. Teheran mengatakan bahwa ini adalah serangan yang disengaja terhadap Iran, kemudian berperang dengan negara tetangga Irak.
"Tapi Reagan telah pergi dan, menurut keyakinan, dia sekarang menghadapi pembalasan Tuhan sementara Iran telah membuat kemajuan besar di semua bidang sejak zaman Reagan," kata Khamenei menambahkan.
"Tren ini akan berlanjut di bawah presiden Amerika saat ini dan harapan pada bagian mereka bahwa Republik Islam akan mundur atau melemah adalah sia-sia," tegasnya seperti dilansir dari Reuters, Kamis (28/12/2017).
Pada bulan Oktober, Trump menolak untuk memastikan bahwa Teheran mematuhi kesepakatan nuklir 2015 dengan kekuatan dunia. Ia pun memperingatkan bahwa pada akhirnya dia dapat mengakhiri kesepakatan tersebut.
Dia mengumumkan peralihan kebijakan AS dalam sebuah pidato di mana dia merinci pendekatan yang lebih agresif terhadap Iran mengenai program rudal nuklir dan balistiknya serta dukungannya untuk kelompok militan di Timur Tengah.
Berdasarkan kesepakatan nuklir, sanksi terhadap Iran dicabut dengan imbalan Teheran membatasi program nuklirnya.
"Reagan lebih kuat dan lebih pintar dari Trump, dan dia adalah aktor yang lebih baik dalam melakukan ancaman, dan dia juga bergerak melawan kami dan mereka menembak jatuh pesawat kami," kata Khamenei.
Khamenei merujuk pada insiden tahun 1988, di mana sebuah kapal perang AS menembak jatuh sebuah pesawat penumpang Iran di atas Teluk. Insiden itu menewaskan semua penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 290. Washington menyatakan insiden itu merupakan sebuah kesalahan. Teheran mengatakan bahwa ini adalah serangan yang disengaja terhadap Iran, kemudian berperang dengan negara tetangga Irak.
"Tapi Reagan telah pergi dan, menurut keyakinan, dia sekarang menghadapi pembalasan Tuhan sementara Iran telah membuat kemajuan besar di semua bidang sejak zaman Reagan," kata Khamenei menambahkan.
"Tren ini akan berlanjut di bawah presiden Amerika saat ini dan harapan pada bagian mereka bahwa Republik Islam akan mundur atau melemah adalah sia-sia," tegasnya seperti dilansir dari Reuters, Kamis (28/12/2017).
Pada bulan Oktober, Trump menolak untuk memastikan bahwa Teheran mematuhi kesepakatan nuklir 2015 dengan kekuatan dunia. Ia pun memperingatkan bahwa pada akhirnya dia dapat mengakhiri kesepakatan tersebut.
Dia mengumumkan peralihan kebijakan AS dalam sebuah pidato di mana dia merinci pendekatan yang lebih agresif terhadap Iran mengenai program rudal nuklir dan balistiknya serta dukungannya untuk kelompok militan di Timur Tengah.
Berdasarkan kesepakatan nuklir, sanksi terhadap Iran dicabut dengan imbalan Teheran membatasi program nuklirnya.
(ian)