WSJ: Saudi Bebaskan Pangeran Alwaleed jika Bayar Rp81,4 Triliun

Sabtu, 23 Desember 2017 - 09:34 WIB
WSJ: Saudi Bebaskan...
WSJ: Saudi Bebaskan Pangeran Alwaleed jika Bayar Rp81,4 Triliun
A A A
RIYADH - Pangeran superkaya Arab Saudi Alwaleed bin Talal yang ditahan dalam operasi “sapu bersih koruptor” bisa dibebaskan jika bersedia membayar denda USD6 miliar atau sekitar Rp81,4 triliun.

Laporan soal syarat “tebusan” yang menakjubkan ini diungkap Wall Street Journal (WSJ), media yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

Pangeran Alwaleed—salah satu orang terkaya di dunia—termasuk di antara belasan bangsawan dan pebisnis yang ditahan bulan lalu oleh Komite Pemberantasan Korupsi Arab Saudi yang baru dibentuk. Komite itu menjalankan pembersihan anti-korupsi yang diawasi langsung oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Lebih dari 200 orang ditahan dalam operasi tersebut. Banyak dari mereka telah dibebaskan setelah sepekat melakukan negosiasi di luar hukum, yakni dengan menyerahkan aset berupa uang tunai atau pun saham perusahaan.

Pangeran Alwaleed yang diperkirakan memiliki kekayaan senilai USD18,7 miliar, tercatat sebagai orang terkaya di Timur Tengah.

Namun bos perusahaan yang bisnisnya beperngaruh di Barat ini disarankan untuk “membongkar” dinasti finansialnya untuk mengumpulkan dana sebesar USD6 miliar sebagai syarat untuk pembebasannya.

Alwaleed dan sedang mendiskusikan saran itu, termasuk jika harus menyerahkan sebagian dari perusahaannya, The Kingdom Holding Company.

”Menjaga (dinasti) di bawah kendalinya, itulah pertempurannya,” kata seorang sumber yang membocorkan nilai tebusan tersebut kepada WSJ, yang dikutip Sabtu (23/12/2017).

Seorang pejabat senior Saudi pernah mengatakan bahwa pangeran Alwaleed menghadapi tuduhan pencucian uang, penyuapan dan pemerasan.Tapi, pengacara yang bekerja untuk Alwaleed mengatakan bahwa tidak ada tuduhan formal terhadap kliennya tersebut.

”Dia menginginkan penyelidikan yang tepat. Harapan Alwaleed akan memberi MbS (Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman) seperti masa sulit,” kata sumber yang mendekati pangeran kaya raya tersebut kepada Wall Street Journal.

Banyak dari mereka yang ditangkap dalam pembersihan anti-korupsi telah menginap di Ritz Carlton Hotel di Riyadh. Beberapa lainnya ditempatkan di hotel bintang lima lainnya di Ibu Kota Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi maupun otoritas Komite Pemberantasan Korupsi belum berkomentar atas bocoran nilai “tebusan” untuk pembebasan Pangeran Alwaleed.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
51 menit yang lalu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
53 menit yang lalu
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
1 jam yang lalu
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
1 jam yang lalu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
2 jam yang lalu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved