Turki: Kami Tidak Akan Tunduk pada Ancaman AS
Kamis, 21 Desember 2017 - 18:42 WIB
Turki: Kami Tidak Akan Tunduk pada Ancaman AS
A
A
A
ANKARA - Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag melontarkan kecaman keras atas ancaman yang dilontarkan Amerika Serikat (AS) terhadap negara-negara PBB. AS mengancam mengurangi bantuan kepada negara yang menyetujui resolusi mengenai Yerusalem yang akan dibahas di sidang Majelis Umum PBB.
"Dengan pernyataan ini, ancaman Presiden Donald Trump terhadap negara-negara yang memberikan suara menentang AS di Yerusalem tidak dapat diterima. AS harus tahu, bahwa hal itu tidak dapat mengarahkan semua negara berdaulat dengan tekanan dan ancaman yang diinginkannya. Pemungutan suara nanti adalah kesempatan untuk menunjukan itu," kata Bozdag.
Bozdag, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (21/12), kemudian menuturkan, tidak satupun negara berdaulat dan independen, khususnya Turki, yang akan menyerah pada ancaman dan tekanan yang dilakukan oleh AS.
"Turki akan mempertahankan pendiriannya yang berprinsip dan benar, dan sekali lagi akan melindungi kepentingan Palestina dan status Yerusalem dengan pemungutan suara yang akan dilayangkannya besok. Turki tidak mengubah keputusan karena adanya ancaman atau tekanan," ucapnya.
Anggota Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang tersebut akan mengadakan sebuah sesi khusus darurat langka pada hari ini atas permintaan negara-negara Arab dan Muslim mengenai keputusan AS yang kontroversial tersebut.
"Dengan pernyataan ini, ancaman Presiden Donald Trump terhadap negara-negara yang memberikan suara menentang AS di Yerusalem tidak dapat diterima. AS harus tahu, bahwa hal itu tidak dapat mengarahkan semua negara berdaulat dengan tekanan dan ancaman yang diinginkannya. Pemungutan suara nanti adalah kesempatan untuk menunjukan itu," kata Bozdag.
Bozdag, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (21/12), kemudian menuturkan, tidak satupun negara berdaulat dan independen, khususnya Turki, yang akan menyerah pada ancaman dan tekanan yang dilakukan oleh AS.
"Turki akan mempertahankan pendiriannya yang berprinsip dan benar, dan sekali lagi akan melindungi kepentingan Palestina dan status Yerusalem dengan pemungutan suara yang akan dilayangkannya besok. Turki tidak mengubah keputusan karena adanya ancaman atau tekanan," ucapnya.
Anggota Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang tersebut akan mengadakan sebuah sesi khusus darurat langka pada hari ini atas permintaan negara-negara Arab dan Muslim mengenai keputusan AS yang kontroversial tersebut.
(esn)