Rusia: Strategi Nasional AS Berpotensi Mengancam Dunia

Kamis, 21 Desember 2017 - 06:49 WIB
Rusia: Strategi Nasional...
Rusia: Strategi Nasional AS Berpotensi Mengancam Dunia
A A A
MOSKOW - Kepala Dewan Keamanan Nasional Rusia menyerang strategi keamanan nasional Washington, yang diumumkan pada awal pekan ini. Menurutnya, hal tersebut dibuat berdasarkan tuduhan dan akan menyebabkan ketidakstabilan di seluruh dunia.

"Terwujudnya tujuan yang digariskan dalam dokumen itu, termasuk penguatan posisi internasional Amerika melalui kekuasaan dapat membawa ancaman potensial bagi keamanan regional dan internasional," kata Nikolai Patrushev seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (21/12/2017).

Patrushev mengatakan bahwa aspek-aspek dokumen baru ini akan dipertimbangkan dalam perencanaan masa depan Rusia atas kebijakan keamanan nasionalnya sendiri.

Sementara itu, fokus keamanan dipalingkan dari bahaya langsung Korut, terhadap Rusia dan China, yang konon menantang kekuatan, pengaruh, dan kepentingan AS mencoba untuk mengikis keamanan dan kemakmuran AS.

Baca juga:
Donald Trump Nyatakan Rusia dan China Saingan Terbesar AS


Patrushev mengatakan bahwa sikap AS dalam teks tersebut memiliki garis keturunan langsung dari Perang Dingin hingga perselisihan baru-baru ini dengan pemerintahan Obama.

"Meskipun ada perubahan yang nyata dalam kata-kata dibandingkan dengan dokumen serupa di masa lalu, ada kontinuitas ideologis tertentu," kata Patrushev.

"Anda dapat melihatnya secara khusus sehubungan dengan negara kita sendiri, yang secara terbuka disebut sebagai ancaman keamanan utama," sambungnya.

Secara khusus, Moskow dituduh mengembangkan senjata dan kemampuan canggih yang dapat mengancam infrastruktur penting AS dan menggunakan alat informasi untuk merongrong legitimasi demokrasi, dalam proses menciptakan perbatasan yang tidak stabil di Eurasia.

"Setiap penyebutan Rusia dalam dokumen tersebut adalah tuduhan yang tidak beralasan," kata Patrushev.

"Meskipun demikian, seperti sebelumnya, Rusia akan berupaya memastikan perdamaian, dan mengembangkan hubungan internasional atas dasar saling menghormati kedaulatan dan kepentingan nasional," jelasnya.

Sebelumnya, Kremlin menggambarkan visi Trump sebagai sifat imperialistik, sementara Beijing meminta pihak AS untuk menghentikan dengan sengaja mendistorsi niat strategis China dan meninggalkan konsep usang seperti mentalitas Perang Dingin dan permainan zero-sum.
(ian)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
30 menit yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
1 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
2 jam yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
3 jam yang lalu
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
3 jam yang lalu
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
4 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved