Rusia dan China Soroti Strategi Keamanan Baru AS

Rabu, 20 Desember 2017 - 07:28 WIB
Rusia dan China Soroti...
Rusia dan China Soroti Strategi Keamanan Baru AS
A A A
MOSKOW - Rusia dan China menyoroti strategi keamanan nasional baru Amerika Serikat (AS) yang baru dirilis Presiden AS Donald Trump.

Rusia menyebut strategi baru itu menunjukkan karakter imperialis AS. Meski demikian, Moskow dan China menyambut keinginan Washington menjalin kerja sama di beberapa bidang.

Pemerintahan Trump merilis buku putih strategi keamanan nasional baru itu berdasarkan dengan slogan “America First” yang dicanangkan presiden AS. Dalam dokumen itu, AS menuduh Rusia intervensi dalam masalah dalam negeri di negara-negara lain.

“Bacaan cepat dari sebagian strategi itu menyebut negara kami dalam satu atau lain hal menunjukkan karakter imperialis,” papar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dikutip kantor berita Reuters, kemarin.

Menurut Peskov, dokumen itu menunjukkan keengganan membuang ide dunia satu kutub. “Terlebih lagi, berkeras tidak ingin, tidak menghormati dunia multikutub,” katanya.

Dokumen strategi Trump itu tidak menyebut tuduhan dari badan keamanan AS bahwa Moskow intervensi dalam pemilu presiden AS 2016. Meski demikian, dokumen itu mencerminkan pandangan yang dimiliki para diplomat AS bahwa Rusia secara aktif merusak kepentingan AS di dalam dan luar negeri.

“Kami tidak dapat sepakat dengan sikap yang melihat negara kami sebagai ancaman bagi AS. Pada saat yang sama, ada beberapa aspek positif, secara khusus, kesiapan bekerja sama di beberapa bidang yang terkait kepentingan AS,” ujar Peskov.

Trump berulang kali mengungkapkan keinginan memperbaiki hubungan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin meski Rusia mengganggu kebijakan AS di Suriah dan Ukraina serta tidak membantu Washington dalam menghadapi Korea Utara (Korut).

Adapun China menjelaskan, kerja sama antara Beijing dan Washington akan memberikan hasil menang-menang bagi kedua pihak tapi konfrontasi akan merugikan kedua pihak. Pernyataan itu muncul setelah AS menyebut China sebagai kompetitor yang menantang kekuatan Washington.

China berharap AS dapat mencari landasan bersama sambil menghormati perbedaan. “Berdasar saling menghormati, China ingin menjalin perdamaian dengan negara-negara lain termasuk AS. Tapi AS juga harus beradaptasi dan menerima pembangunan China,” papar pernyataan Kedutaan Besar China di AS dalam lamannya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Hua Chunying menjelaskan, Beijing selalu berkontribusi pada pembangunan global dan melindungi hukum internasional. “Kerja sama hanya pilihan tepat bagi China dan AS,” ujarnya.

Dia menambahkan, China tidak terkejut jika dua negara memiliki perbedaan tapi keduanya harus mencari cara konstruktif untuk mengatasinya. Aktivitas ekonomi dan diplomasi China di penjuru dunia disambut luas dan tidak ada negara atau laporan yang akan mengaburkan fakta atau menyebarkan fitnah jahat. (Muh Shamil)
(nfl)
Berita Terkait
Alasan BRICS Ditakuti...
Alasan BRICS Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya
China Blak-blakan Ungkap...
China Blak-blakan Ungkap Tujuan Amerika Serikat di Ukraina
Putin Tegaskan China...
Putin Tegaskan China Segera Mengakhiri Dominasi Amerika Serikat
China: Amerika Serikat...
China: Amerika Serikat Ancaman Nuklir Utama di Dunia!
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Amerika Serikat Menentang...
Amerika Serikat Menentang Keras Gencatan Senjata Ukraina dan Rusia
Berita Terkini
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
15 menit yang lalu
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
1 jam yang lalu
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
2 jam yang lalu
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
3 jam yang lalu
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
4 jam yang lalu
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
5 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved