Pejabat PBB Sebut Korut Menolak Perang
Rabu, 13 Desember 2017 - 08:50 WIB
Pejabat PBB Sebut Korut Menolak Perang
A
A
A
NEW YORK - Kepala Politik PBB, Jeffrey Feltman mengatakan, pejabat senior Korea Utara (Korut) mengatakan sangat penting untuk mencegah perang atas program rudal nuklir dan balistiknya yang meningkat dengan cepat. Hal itu dikatakan pejabat tersebut saat Feltman berkunjung ke negara Korut pekan lalu.
Feltman mengatakan hal tersebut kepada wartawan setelah memberi tahu Dewan Keamanan PBB. "Bagaimana kita melakukannya" adalah topik diskusi lebih dari 15 jam dengan Menteri Luar Negeri Korut, Ri Yong-ho dan pejabat lainnya.
Feltman adalah diplomat veteran Amerika yang merupakan pembantu sekretaris jenderal PBB untuk urusan politik.
"Mereka perlu memberi isyarat bahwa mereka sekarang bersedia untuk memulai semacam hubungan," kata Feltman kepada para pejabat Korut seperti dikutip dari Washington Post, Rabu (13/12/2017).
"Saya pikir kita telah meninggalkan pintu terbuka, dan dengan sungguh-sungguh saya berharap bahwa pintu solusi yang dinegosiasikan sekarang akan dibuka lebar," kata Feltman lagi.
Sebelumnya, Korut mengatakan Feltman akan membantu untuk meredakan ketgangan di Semenanjung Korea. Korut juga mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita resminya, KCNA, bahwa utusan PBB mengakui dampak negatif dari sanksi terhadap bantuan kemanusiaan ke rezim Pyongyang.
"Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan keprihatinannya atas situasi yang meningkat di Semenanjung Korea dan menyatakan kesediaannya untuk bekerja dalam mengurangi ketegangan di semenanjung Korea sesuai dengan Piagam PBB yang didasarkan pada perdamaian dan keamanan internasional," tulis KCNA.
Baca juga:
Korut: Utusan PBB Siap Redakan Ketegangan di Semenanjung Korea
Feltman mengatakan hal tersebut kepada wartawan setelah memberi tahu Dewan Keamanan PBB. "Bagaimana kita melakukannya" adalah topik diskusi lebih dari 15 jam dengan Menteri Luar Negeri Korut, Ri Yong-ho dan pejabat lainnya.
Feltman adalah diplomat veteran Amerika yang merupakan pembantu sekretaris jenderal PBB untuk urusan politik.
"Mereka perlu memberi isyarat bahwa mereka sekarang bersedia untuk memulai semacam hubungan," kata Feltman kepada para pejabat Korut seperti dikutip dari Washington Post, Rabu (13/12/2017).
"Saya pikir kita telah meninggalkan pintu terbuka, dan dengan sungguh-sungguh saya berharap bahwa pintu solusi yang dinegosiasikan sekarang akan dibuka lebar," kata Feltman lagi.
Sebelumnya, Korut mengatakan Feltman akan membantu untuk meredakan ketgangan di Semenanjung Korea. Korut juga mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita resminya, KCNA, bahwa utusan PBB mengakui dampak negatif dari sanksi terhadap bantuan kemanusiaan ke rezim Pyongyang.
"Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan keprihatinannya atas situasi yang meningkat di Semenanjung Korea dan menyatakan kesediaannya untuk bekerja dalam mengurangi ketegangan di semenanjung Korea sesuai dengan Piagam PBB yang didasarkan pada perdamaian dan keamanan internasional," tulis KCNA.
Baca juga:
Korut: Utusan PBB Siap Redakan Ketegangan di Semenanjung Korea
(ian)