Oposisi Suriah Minta Rusia Rayu Rezim Damaskus

Selasa, 12 Desember 2017 - 14:17 WIB
Oposisi Suriah Minta...
Oposisi Suriah Minta Rusia Rayu Rezim Damaskus
A A A
DAMASKUS - Oposisi Suriah mendesak Rusia untuk menyelamatkan perundingan damai PBB di Jenewa pada minggu ini. Mereka meminta Moskow untuk membujuk delegasi pemerintah Suriah untuk memulai diskusi tatap muka langsung.

Anggota tim perunding oposisi Suriah, Basma Kodami, mendesak Rusia untuk menunjukkan bahwa mereka ingin memanfaatkan akhir operasi militer di Suriah dengan membangun perdamaian abadi.

Kodami mengatakan pihak oposisi tidak meminta Presiden Bashar al-Assad dilengserkan dari jabatannya sebagai prasyarat untuk perundingan, namun kepergiannya tetap menjadi tujuan. Ia mengatakan bahwa dia tidak dapat melihat bagaimana Assad dapat dianggap sebagai kandidat sah dalam pemilihan presiden baru yang diawasi oleh PBB.

Kodami juga mengungkapkan bahwa fokus perundingan pada minggu ini seharusnya terkait konstitusi baru dan pengaturan untuk pemilihan presiden, bukan masa depan Assad.

Kodami mengatakan bahwa dia yakin Rusia akan menekan delegasi pemerintah Suriah untuk bernegosiasi dengan serius di Jenewa dalam putaran kedelapan perundingan yang berjalan sangat lamban.

"Asumsi kami adalah apa yang baru dari putaran perundingan ini adalah bahwa Rusia akan tertarik untuk menemukan, dan membantu memediasi, sebuah penyelesaian damai karena telah mengumumkan akhir dari konfrontasi militer dan oleh karena itu kali ini menginginkan kesepakatan damai di Suriah sehingga bisa mengklaim bisa membantu menyelesaikan konflik. Tapi perlu mitra sah yang bisa dihubungi," tutur Kodami.

"Kami membutuhkan orang-orang Rusia untuk mempertimbangkan pemerintah Suriah dan mereka memiliki sarana untuk melakukannya. Inilah saat terbaik bagi Rusia untuk mendapatkan penyelesaian damai dan strategi keluar akhir," imbuhnya seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (12/12/2017).

Rusia sendiri terus berdiskusi dengan presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengenai sebuah proses perdamaian tambahan dan mungkin terpisah dengan PBB. Ajudannya pada hari Senin kembali mengangkat gagasan kongres Suriah dalam dialog nasional - mungkin pada bulan Februari di Sochi, resor Laut Hitam Rusia.

Pejabat Rusia telah menyarankan agar perundingan Sochi bisa mengarah pada oposisi yang lebih representatif daripada tim perunding yang dikirim ke Jenewa.

Namun Kodami memperingatkan: "Jika Sochi mendukung proses PBB, hal itu dapat dipertimbangkan, namun sama sekali tidak ada kejelasan mengenai apa yang ingin dicapai oleh Rusia. Sebagai pengganti PBB itu adalah non-starter untuk kita. Kami tidak akan mempertimbangkannya dalam bentuk atau bentuk apapun."

Ia juga mendesak pihak barat untuk tidak meninggalkan proses perdamaian ke Rusia: "Sebagian besar pengungsi Suriah di Eropa tidak akan kembali ke Suriah kecuali jika negara tersebut aman. Itu tidak berarti tidak ada bom yang jatuh dari langit, tapi sebuah negara terbebas dari rasa takut."
(ian)
Berita Terkait
Apakah Rusia Dukung...
Apakah Rusia Dukung Bashar al-Assad?
Kecam Invasi Israel...
Kecam Invasi Israel ke Suriah, Rusia Tarik Aset Militernya
Diburu Pasukan Pemerintah,...
Diburu Pasukan Pemerintah, Loyalis Bashar Al Assad Bersembunyi di Pangkalan Udara Rusia
Rusia Akui Uji Coba...
Rusia Akui 'Uji Coba' Tank T-14 Armata di Suriah
Operasi Khusus Rusia-Suriah...
Operasi Khusus Rusia-Suriah Bebaskan Pasukan yang Ditawan Pemberontak
Rusia Tegaskan Barat...
Rusia Tegaskan Barat Dukung Para Teroris di Suriah
Berita Terkini
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
55 menit yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
2 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
2 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
3 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
4 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
5 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved