Nuklirnya Mampu Hantam AS Tiap Saat, Korut Kini Merasa Aman

Sabtu, 02 Desember 2017 - 00:09 WIB
Nuklirnya Mampu Hantam...
Nuklirnya Mampu Hantam AS Tiap Saat, Korut Kini Merasa Aman
A A A
MOSKOW - Korea Utara (Korut) sekarang merasa aman dari ancaman Washington setelah rudal balistik antarbenua (ICBM) berhulu ledak nuklir miliknya mampu menghantam wilayah Amerika Serikat (AS) setiap saat.

Negara yang dipimpin Kim Jong-un itu kini siap berunding damai dengan AS dengan syarat diakui sebagai negara berkekuatan nuklir. Hal itu dipaparkan para delegasi Rusia yang baru saja berkunjung ke Pyongyang.

Lantaran menjadi perisai keamanan, rezim Kim Jong-un tidak akan bersedia melucuti program senjata nuklirnya.

”Mereka (Pyongyang) siap untuk berunding, namun tim Korea Utara harus dengan kondisinya sendiri, harus diakui sebagai kekuatan nuklir,” kata Vitaly Pashin, salah satu anggota delegasi Rusia. Menurutnya, Korut sekarang siap untuk bernegosiasi dengan Washington di bawah syarat paritas dengan partisipasi Rusia sebagai pihak ketiga.

Pashin yang juga anggota Duma Negara Rusia mengutip pejabat Korut menambahkan bahwa Pyongyang dipaksa bersikap agresif oleh kebijakan bermusuhan AS. Namun, lanjut dia, Pyongyang kini merasa aman setelah uji tembak ICBM Hwasong-15—rudal yang secara teoritis mampu menghantam daratan AS—berlangsung sukses.

Anggota delegasi Rusia lainnya, Kazbek Taisayev, juga mendengar penegasan Korut yang tidak sudi melucuti senjata nuklirnya. Menurutnya, rezim Kim Jong-un tidak menginginkan perang nuklir, namun secara moral siap untuk itu.

“Mereka tidak menginginkan perang, mereka ingin hidup normal, tapi jika ada ancaman dari AS, maka mereka secara moral siap untuk perang,” ujarnya seperti dilansir kantor berita RIA, semalam (1/12/2017).

Pyongyang menembakkan rudal Hwasong-15 pada hari Rabu. Militer Korea Selatan, Jepang dan AS mengonfirmasi bahwa senjata itu mendarat di Laut Jepang. Korut mengklaim rudalnya mencapai ketinggian sekitar 4.475km dan terbang sejauh 950km selama terbang 53 menit.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Korea Selatan, mengakui bahwa rudal tersebut merupakan ICBM tipe baru yang bisa terbang di atas 13.000km. ”Ini dinilai bahwa uji terbangnya berhasil,” kata kementerian itu melalui seorang juru bicara yang dilansir Yonhap.

”Dalam kasus itu, jika rudal ditembakkan pada sudut normal, ia akan mampu terbang lebih dari 13.000 km. Itu berarti bisa mencapai Washington DC,” lanjut kementerian tersebut.

Nuklirnya Mampu Serang AS Tiap Saat, Korut Kini Merasa Aman
MOSKOW-Korea Utara (Korut) sekarang merasa aman dari ancaman Washington setelah rudal balistik antarbenua (ICBM) berhulu ledak nuklir miliknya mampu menghantam wilayah Amerika Serikat (AS) setiap saat.
Negara yang dipimpin Kim Jong-un itu kini siap berunding damai dengan AS dengan syarat diakui sebagai negara berkekuatan nuklir. Hal itu dipaparkan para delegasi Rusia yang baru saja berkunjung ke Pyongyang.
Lantaran menjadi perisai keamanan, rezim Kim Jong-un tidak akan bersedia melucuti program senjata nuklirnya.
”Mereka (Pyongyang) siap untuk berunding, namun tim Korea Utara harus dengan kondisinya sendiri, harus diakui sebagai kekuatan nuklir,” kata Vitaly Pashin, salah satu anggota delegasi Rusia. Menurutnya, Korut sekarang siap untuk bernegosiasi dengan Washington di bawah syarat paritas dengan partisipasi Rusia sebagai pihak ketiga.
Pashin yang juga anggota Duma Negara Rusia mengutip pejabat Korut menambahkan bahwa Pyongyang dipaksa bersikap agresif oleh kebijakan bermusuhan AS. Namun, lanjut dia, Pyongyang kini merasa aman setelah uji tembak ICBM Hwasong-15—rudal yang secara teoritis mampu menghantam daratan AS—berlangsung sukses.
Anggota delegasi Rusia lainnya, Kazbek Taisayev, juga mendengar penegasan Korut yang tidak sudi melucuti senjata nuklirnya. Menurutnya, rezim Kim Jong-un TIDAK menginginkan perang nuklir, namun secara moral siap untuk itu.
“Mereka tidak menginginkan perang, mereka ingin hidup normal, tapi jika ada ancaman dari AS, maka mereka secara moral siap untuk perang,” ujarnya seperti dilansir kantor berita RIA, semalam (1/12/2017).
Pyongyang menembakkan rudal Hwasong-15 pada hari Rabu. Militer Korea Selatan, Jepang dan AS mengonfirmasi bahwa senjata itu mendarat di Laut Jepang. Korut mengklaim rudalnya mencapai ketinggian sekitar 4.475km dan terbang sejauh 950km selama terbang 53 menit.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Korea Selatan, mengakui bahwa rudal tersebut merupakan ICBM tipe baru yang bisa terbang di atas 13.000km. ”Ini dinilai bahwa uji terbangnya berhasil,” kata kementerian itu melalui seorang juru bicara yang dilansir Yonhap.
”Dalam kasus itu, jika rudal ditembakkan pada sudut normal, ia akan mampu terbang lebih dari 13.000 km. Itu berarti bisa mencapai Washington DC,” lanjut kementerian tersebut.

(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Berita Terkini
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
1 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
5 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
6 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
7 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
7 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
8 jam yang lalu
Infografis
4 Tentara AS Tewas saat...
4 Tentara AS Tewas saat Latihan Tempur di Dekat Sekutu Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved