Rusia Curiga AS Cari Dalih untuk Gempur Korut

Jum'at, 01 Desember 2017 - 01:50 WIB
Rusia Curiga AS Cari...
Rusia Curiga AS Cari Dalih untuk Gempur Korut
A A A
MINSK - Pemerintah Rusia menyalahkan Amerika Serikat (AS) yang mereka anggap telah memprovokasi Korea Utara (Korut) untuk meningkatkan program rudal dan senjata nuklirnya. Moskow kini curiga bahwa Washington sedang mencari dalih untuk menyerang Pyongyang.

Pernyataan dari Moskow itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Dia menolak tegas seruan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley untuk memutuskan hubungan dengan Korut sebagai respons atas uji coba rudal balistik terbaru.

Rusia berpendapat, sanksi yang digagas AS tidak berhasil. Lavrov menegaskan bahwa Rusia tetap mendukung jalur perundingan, bukan sanksi.

Lavrov yang sedang berkunjung ke Ibu Kota Belarus, Minsk, mempertanyakan niat AS yang ingin menghancurkan Korut secara total. Kritik itu mengacu pada ancaman penghancuran total Korut yang disampaikan Haley.

”Seseorang mendapat kesan bahwa segala sesuatu telah dilakukan dengan sengaja untuk membuat Kim Jong-un terpojok dan melakukan tindakan yang tidak disarankan lebih jauh,” ujar Lavrov menyalahkan AS atas kenekatan rezim Kim Jong-un meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) terbarunya.

“Orang Amerika, harus menjelaskan kepada kita semua apa yang mereka cari,” sambung Lavrov, seperti dikutip BBC, Jumat (1/12/2017).

"Jika mereka ingin mencari dalih untuk menghancurkan Korea Utara, seperti yang dikatakan Duta Besar AS di Dewan Keamanan PBB, maka biarkan mereka mengatakannya secara terang-terangan dan membiarkan pimpinan tertinggi Amerika memastikannya,” papar diplomat to Moskow itu.

Lavrov kembali menyerukan digelarnya pembicaraan baru dengan Korea Utara. ”Kami telah beberapa kali menekankan bahwa pemutusan sanksi pada hakikatnya telah berakhir, dan bahwa resolusi yang memperkenalkan sanksi tersebut seharusnya memasukkan persyaratan untuk memperbarui proses politik, sebuah persyaratan untuk memperbarui pembicaraan,” ujarnya.

”Tapi orang Amerika benar-benar mengabaikan persyaratan ini dan saya menganggap ini sebagai kesalahan besar,” paparnya.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Berita Terkini
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
38 menit yang lalu
Sidang Pemakzulan Digelar,...
Sidang Pemakzulan Digelar, Nasib Wakil Presiden di Ujung Tanduk
2 jam yang lalu
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
2 jam yang lalu
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
3 jam yang lalu
7 Pemakaman Pemimpin...
7 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Kepala Negara Terbanyak, Nomor 1 Pecahkan Rekor Dunia
4 jam yang lalu
Didatangi Jutaan Pelayat,...
Didatangi Jutaan Pelayat, Ini Latar Belakang Ali Khamenei sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved