Perwakilan Arab di RI: Ulah Israel Akan Picu Ekstremisme Atas Nama Agama
Kamis, 30 November 2017 - 23:34 WIB
Perwakilan Arab di RI: Ulah Israel Akan Picu Ekstremisme Atas Nama Agama
A
A
A
JAKARTA - Perwakilan negara-negara Arab di Indonesia Mourad Belhassen menegaskan komitmen untuk membantu mewujudkan negara Palestina yang merdeka. Dia mengecam tindakan brutal Israel yang akan memicu ekstremisme atas nama agama.
Dukungan untuk Palestina itu disampaikan Belhassen saat peringatan Hari Solidaritas Palestina.
Belhassen yang merupakan Duta Besar Tunisia untuk Indonesia itu mengatakan bahwa isu Palestina merupakan isu tertua di dunia. Menurutnya, sangat penting bagi semua negara untuk menekan Israel agar mengakhiri pendudukan di wilayah Palestina serta mematuhi Resolusi 181 PBB tentang Solusi Dua Negara.
Dalam resolusi itu ditegaskan bahwa wilayah Palestina mencakup Jalur Gaza dan Tepi Barat dengan Ibu Kota Yerusalem Timur. Tapi, Israel tidak pernah mematuhi resolusi itu.
Sebaliknya, negara Yahudi itu terus mengabaikan semua resolusi, imbauan, dan peringatan dunia internasional dengan terus melakukan okupasi serta memblokade Jalur Gaza.
”Kami, negara-negara Arab menegaskan sekali lagi dukungan bagi Palestina. Adalah hak bagi masyarakat Palestina untuk mendirikan negara independen di teritorial Palestina sesuai resolusi PBB 181,” kata Belhassen pada Kamis (30/11/2017).
Dia melanjutkan, tindakan brutal Israel tersebut harus segar dihentikan. Sebab, tindakan semacam itu justru bertentangan dengan semangat perdamaian serta hanya membuat konflik abadi.
”Tindakan Israel hanya akan meneruskan konflik dan sulit mencapai perdamaian di Timur Tengah. Jika tidak dihentikan, akan berkembang menjadi ekstremisme, radikalisme dan kekerasan atas nama agama,” katanya.
Dukungan untuk Palestina itu disampaikan Belhassen saat peringatan Hari Solidaritas Palestina.
Belhassen yang merupakan Duta Besar Tunisia untuk Indonesia itu mengatakan bahwa isu Palestina merupakan isu tertua di dunia. Menurutnya, sangat penting bagi semua negara untuk menekan Israel agar mengakhiri pendudukan di wilayah Palestina serta mematuhi Resolusi 181 PBB tentang Solusi Dua Negara.
Dalam resolusi itu ditegaskan bahwa wilayah Palestina mencakup Jalur Gaza dan Tepi Barat dengan Ibu Kota Yerusalem Timur. Tapi, Israel tidak pernah mematuhi resolusi itu.
Sebaliknya, negara Yahudi itu terus mengabaikan semua resolusi, imbauan, dan peringatan dunia internasional dengan terus melakukan okupasi serta memblokade Jalur Gaza.
”Kami, negara-negara Arab menegaskan sekali lagi dukungan bagi Palestina. Adalah hak bagi masyarakat Palestina untuk mendirikan negara independen di teritorial Palestina sesuai resolusi PBB 181,” kata Belhassen pada Kamis (30/11/2017).
Dia melanjutkan, tindakan brutal Israel tersebut harus segar dihentikan. Sebab, tindakan semacam itu justru bertentangan dengan semangat perdamaian serta hanya membuat konflik abadi.
”Tindakan Israel hanya akan meneruskan konflik dan sulit mencapai perdamaian di Timur Tengah. Jika tidak dihentikan, akan berkembang menjadi ekstremisme, radikalisme dan kekerasan atas nama agama,” katanya.
(mas)