AS Dukung Kesepakatan Pemulangan Kembali Pengungsi Rohingya

Jum'at, 24 November 2017 - 05:45 WIB
AS Dukung Kesepakatan...
AS Dukung Kesepakatan Pemulangan Kembali Pengungsi Rohingya
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mendukung komitmen pemerintah Myanmar untuk menciptakan kondisi yang diperlukan bagi semua pengungsi Rohingya untuk kembali ke rumah mereka secara aman dan sukarela. AS juga menyambut kesepakatan yang terjadi baru-baru ini antara Myanmar dan Bangladesh dalam repatriasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Negara sekaligus Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson.

Tillerson mengatakan situasi lokal di Myanmar telah menyebabkan penderitaan yang luar biasa dan memaksa ratusan ribu pria, wanita dan anak-anak untuk meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di Bangladesh.

"Ini adalah situasi yang sulit dan kompleks. Banyak pemangku kepentingan harus bekerja sama untuk memastikan kemajuan," katanya dalam sebuah pernyataan yang dimuat di situs Departemen Luar Negeri AS seperti disitat dari Xinhua, Jumat (24/11/2017).

Dalam sebuah telekonferensi pada hari Selasa, dua pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan tanpa menyebut nama bahwa AS kemungkinan akan menjatuhkan sanksi tambahan yang menargetkan orang-orang yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan tertentu.

"Krisis saat ini dipicu oleh serangan yang dilakukan pada 25 Agustus oleh Arakan Rohingya Salvation Army terhadap lebih dari 20 pos militer di dalam Myanmar," kata seorang pejabat.

Awal bulan ini, Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi mendesak penyelesaian masalah Rakhine dalam tiga cara - dengan fokus pada pendekatan diplomatik, rekonstruksi untuk pembangunan dan keamanan bagi masyarakat setempat.

Pemerintah Myanmar telah menerapkan proyek-proyek jangka pendek di Rakhine utara setelah wilayah tersebut memperoleh keamanan dan stabilitas yang dirusak oleh teroris dalam tiga bulan terakhir.

Diwartakan sebelumnya, Bangladesh dan Myanmar telah menemukan kata sepakat terkait pemulangan kembali pengungsi Rohingya. Ratusan etnis Rohingya eksodus ke Bangladesh untuk menyelamatkan diri dari aksi kekerasan tentara Myanmar.

Sebuah pernyataan dari kementerian luar negeri Bangladesh mengatakan bahwa orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dapat mulai kembali dalam waktu dua bulan. Kedua belah pihak mengatakan bahwa mereka sedang mengerjakan rinciannya.

"Pengaturan tersebut menetapkan bahwa pengembalian akan dimulai dalam waktu dua bulan," bunyi siaran pers dari pemerintah Bangladesh.

Baca juga:
Bangladesh-Myanmar Sepakati Pemulangan Pengungsi Rohingya
(ian)
Berita Terkait
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Tentara Myanmar Akui...
Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Pemimpin Tertinggi Rohingya...
Pemimpin Tertinggi Rohingya Ditembak Mati di Bangladesh usai Salat
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
1 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
5 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
6 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
7 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
8 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
9 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved