Pesawatnya Dibajak untuk Serangan 9/11, Maskapai AS Bayar Rp1,2 Triliun

Kamis, 23 November 2017 - 11:29 WIB
Pesawatnya Dibajak untuk...
Pesawatnya Dibajak untuk Serangan 9/11, Maskapai AS Bayar Rp1,2 Triliun
A A A
NEW YORK - Maskapai penanggung untuk pesawat American Airlines dan United Airlines setuju membayar nilai kerusakan menara kembar World Trade Center (WTC) sebesar USD95,2 juta atau lebih dari Rp1,2 triliun. Dua pesawat itu dibajak kelompok teroris dalam serangan 11 September 2001 atau 9/11.

Klaim tuntutan sebesar itu diajukan oleh para pengembang WTC, Amerika Serikat (AS). Maskapai itu terkena sial, karena pesawat dibajak tapi juga terkena tuntutan ganti rugi.

Menara ikon distrik keuangan New York itu runtuh saat para pembajak menerbangkan dua pesawat ke bangunan yang berlokasi di Manhattan tersebut. Sekitar 3.000 orang tewas dalam serangan.

Kasus tuntutan tersebut sudah berlarut-larut hingga 13 tahun. Mengutip laporan Reuters, Kamis (23/11/2017), maskapai yang bertanggung jawab untuk pesawat American Airlines dan United Airlines pada akhirnya mencapai penyelesaian multi-juta dolar dengan Silverstein Properties, pengembang WTC.

Perwakilan untuk maskapai masih menolak berkomentar. Namun, pihak Silverstein Properties mengonfirmasi penyelesaian tersebut.

”Kami senang akhirnya bisa mencapai resolusi untuk proses pengadilan pasca-9/11. Kami saat ini mencurahkan perhatian kami pada pembangunan World Trade Centre ketiga yang sedang berjalan, yang akan kami buka di musim semi, dan pengembangan World Trade Center kedua,” kata pihak pengembang kepada RT.com melalui email.

Pengusaha Amerika, Larry Silverstein, menandatangani kontrak 99 tahun untuk proyek World Trade Centre kurang dari dua bulan sebelum bangunan tersebut hancur diserang teroris. Silverstein menerima pembayaran dari perusahaan asuransi, dia juga menuntut maskapai penerbangan yang dia anggap lalai selama serangan tersebut.

Perusahaan real estate Silverstein sekarang mengelola portofolio kantor dan kondominium mewah World Trade Center yang baru. Perusahaan saat ini membangun dua menara World Trade Center.

Bangunan tersebut telah digambarkan oleh Silverstein sebagai langkah terakhir dalam membangun kembali Manhattan setelah tahun 2001. Pengembang awalnya telah meminta ganti rugi sebesar USD12,3 miliar dari perusahaan penerbangan dan keamanan bandara.

Pemerintah AS menuduh kelompok al-Qaeda yang dipimpin Osama bin Laden sebagai pelaku serangan teror 9/11 terhadap WTC. Serangan itu sekaligus menjadi awal dari Washington memulai perang di berbagai negara yang dianggap sebagai sarang al-Qaeda.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
21 menit yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
1 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
2 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
3 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved