Penjara 472 Tahun untuk Penjahat Seks Anak, Terlama dalam Sejarah AS

Kamis, 23 November 2017 - 10:28 WIB
Penjara 472 Tahun untuk...
Penjara 472 Tahun untuk Penjahat Seks Anak, Terlama dalam Sejarah AS
A A A
COLORADO - Seorang terdakwa kasus perdagangan seks anak asal Colorado dijatuhi hukuman 472 tahun penjara pada hari Selasa. Hukuman untuk penjahat seks ini tercatat sebagai yang terlama dalam sejarah Amerika Serikat (AS).

Brock Franklin, 31, dianggap sebagai pemimpin sebuah jaringan perdagangan manusia. Dia dinyatakan bersalah atas 30 dari 34 tuduhan pada bulan Maret tahun ini.

Berbagai tuduhan itu termasuk memerintahkan pelacuran anak, melakukan penyerangan seksual dan penculikan.

Stasiun televisi lokal, KDVR, melaporkan bahwa dakwaan di pengadilan menunjukkan Franklin merekrut gadis-gadis dan perempuan muda untuk dipaksa melakukan pelacuran.

Terdakwa melakukan penganiayaan fisik jika para korban menolak bekerja sama dalam bisnis seks yang dijalankan secara online.

Pengacara terdakwa meminta hukuman minimal untuk kliennya, yakni 96 tahun. Namun, hakim justru menambahkan 376 tahun lebih lama sesuai permintaan korban.

Tiga gadis dan lima wanita bekerja sama dengan jaksa dalam kasus ini.

“Sebuah hukuman 400 tahun mengirim sebuah pesan yang kuat ke seluruh negeri bahwa kita tidak akan mentoleransi kekerasan semacam ini terhadap perempuan dan populasi rentan,” kata Janet Drake, pejabat yang mewakili Kantor Kejaksaan Colorado, yang dikutip dari media lokal, Kamis (23/11/2017).

Penjara 472 Tahun untuk Penjahat Seks, Terlama dalam Sejarah AS

LOS ANGELES-Seorang terdakwa kasus perdagangan seks anak asal Colorado dijatuhi hukuman 472 tahun penjara pada hari Selasa. Hukuman untuk penjahat seks ini tercatat sebagai yang terlama dalam sejarah Amerika Serikat (AS).

Brock Franklin, 31, dianggap sebagai pemimpin sebuah jaringan perdagangan manusia. Dia dinyatakan bersalah atas 30 dari 34 tuduhan pada bulan Maret tahun ini.

Berbagai tuduhan itu termasuk memerintahkan pelacuran anak, melakukan penyerangan seksual dan penculikan.

Stasiun televisi lokal, KDVR, melaporkan bahwa dakwaan di pengadilan menunjukkan Franklin merekrut gadis-gadis dan perempuan muda untuk dipaksa melakukan pelacuran.

Terdakwa melakukan penganiayaan fisik jika para korban menolak bekerja sama dalam bisnis seks yang dijalankan secara online.

Pengacara terdakwa meminta hukuman minimal untuk kliennya, yakni 96 tahun. Namun, hakim justru menambahkan 376 tahun lebih lama sesuai permintaan korban.

Tiga gadis dan lima wanita bekerja sama dengan jaksa dalam kasus ini.

“Sebuah hukuman 400 tahun mengirim sebuah pesan yang kuat ke seluruh negeri bahwa kita tidak akan mentoleransi kekerasan semacam ini terhadap perempuan dan populasi rentan,” kata Janet Drake, pejabat yang mewakili Kantor Kejaksaan Colorado, yang dikutip dari media lokal, Kamis (23/11/2017).

(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
18 menit yang lalu
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
1 jam yang lalu
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
6 jam yang lalu
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
7 jam yang lalu
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
10 jam yang lalu
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
11 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved