China Desak Bangladesh dan Myanmar Atasi Krisis Rohingya

Senin, 20 November 2017 - 11:06 WIB
China Desak Bangladesh...
China Desak Bangladesh dan Myanmar Atasi Krisis Rohingya
A A A
DHAKA - Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi mendesak Bangladesh dan Myanmar menyelesaikan krisis Rohingya melalui negosiasi bilateral, bukan dengan inisiatif internasional.

”Komunitas internasional jangan memperumit situasi. Aksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) harus membantu kerja sama bilateral untuk menyelesaikan masalah secara damai,” demikian pernyataan Menlu Wang Yi, dikutip kantor berita Reuters.

Wang tiba di Bangladesh pada Sabtu (18/11/2017) untuk lawatan dua hari. Dari sana, dia akan ke Myanmar menghadiri Pertemuan Asia-Eropa (ASEM).

”China mendukung penyelesaian krisis secara damai, bilateral, dengan konsultasi bersama antara Bangladesh dan Myanmar,” katanya.

Lebih dari 600.000 etnis Rohingya mengungsi ke Bangladesh sejak Agustus lalu akibat operasi militer Myanmar dinegara bagian Rakhine.

”Ini situasi rumit dan memerlukan solusi komprehensif. Pembangunan ekonomi Rakhine diperlukan. China siap membantu,” papar Wang.

Sebelumnya Wang juga bertemu Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina di kediaman resmi di Dhaka dan menjamin dukungan China atas krisis Rohingya.

”Myanmar harus membawa kembali warga negaranya menjamin keamanan, keamanan, dan martabat mereka untuk solusi jangka panjang pada krisis itu,” ungkap PM Hasina, dikutip juru bicaranya Ihsanul Karim.

”Kami tidak akan mengizinkan tanah Bangladesh digunakan oleh kelompok teroris mana pun untuk melakukan aksi pemberontakan apa pun di negara-negara tetangga,” kata Hasina.

Menlu Bangladesh Abul Hassan Mahmood Ali mengatakan kepada Wang bahwa Bangladesh berupaya menyelesaikan isu itu secara bilateral dan internasional karena negara itu tak dapat menangani beban menampung pengungsi sebanyak itu.

Wang menyatakan bahwa China akan membantu menyelesaikan isu itu dan tidak akan memihak salah satu pihak. Dia mengakui beban Bangladesh saat menghadapi gelombang pengungsi Rohingya dari Myanmar.

Satu delegasi Kongres Amerika Serikat (AS) juga mengunjungi Bangladesh untuk mempelajari krisis Rohingya. Menlu Swedia Margot Wallstrom, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Masalah Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Federica Mogherini, Menlu Jerman Sigmar Gabriel, dan Menlu Jepang Taro Kona juga akan mengunjungi Bangladesh pekan ini. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Menlu: PBB Mulai Lakukan...
Menlu: PBB Mulai Lakukan Pendataan Migran Rohingya di Aceh
Pemerintah Diminta Waspadai...
Pemerintah Diminta Waspadai Sindikat Pengungsi Rohingya
Organisasi Rohingnya...
Organisasi Rohingnya Ungkapkan Terima Kasih Atas Penyelamatan Pengungsi di Aceh
24 Pengungsi Rohingya...
24 Pengungsi Rohingya Tenggelam di Malaysia
3 Tahun Berlalu, Pengungsi...
3 Tahun Berlalu, Pengungsi Rohingya Kian Menderita
Bantu Pengungsi Rohingnya...
Bantu Pengungsi Rohingnya di Aceh, Kemlu Koordinasi dengan PBB
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
29 menit yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
1 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
2 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
2 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
3 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
4 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved