Tutup Kantor PLO, Palestina Bersumpah Tunda Pembicaraan dengan AS

Minggu, 19 November 2017 - 10:52 WIB
Tutup Kantor PLO, Palestina...
Tutup Kantor PLO, Palestina Bersumpah Tunda Pembicaraan dengan AS
A A A
JERUSALEM - Palestina mengancam akan menunda semua komunikasi dengan Amerika Serikat (AS) jika pemerintah Trump menutup kantor diplomatik mereka di Washington. Sebelumnya, AS mengancam akan menutup misi diplomatik Palestina jika menyeret warga Israel ke Pengadilan Pidana Internasional dan tidak mau melakukan pembicaraan damai.

Baca juga:
AS Ancam Tutup Kantor Perwakilan Palestina


Perunding senior Palestina Saeb Erekat mengatakan bahwa keputusan AS sangat disayangkan dan tidak dapat diterima. Ia pun menuduh Washington tunduk pada tekanan dari pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di saat pihaknya mencoba untuk bekerja sama mencapai kesepakatan akhir.

"Kami akan menunda semua komunikasi kita dengan pemerintah Amerika," kata Erekat seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (19/11/2017).

Sementara itu menteri luar negeri Palestina, Riad Maliki mengatakan bahwa dia diberitahu oleh orang Amerika bahwa tim hukum AS dan Departemen Luar Negeri akan bertemu Senin untuk memutuskan bagaimana situasi baru tersebut akan mempengaruhi kantor, fungsi diplomat dan kontak dengan orang-orang Palestina.

"Kami akan menunggu untuk mendengar kabar dari mereka," kata Malki. Setelah itu, Palestina akan memutuskan bagaimana bereaksi.

Sedangkan pejabat PLO, Hanan Ashrawi, mengatakan bahwa AS mendiskualifikasi dirinya sebagai broker perdamaian di wilayah itu dengan menolak memperpanjang pengabaian dari undang-undang tersebut.

"Mengkondisikan pembaruan pengabaian terhadap orang-orang Palestina yang melekat pada perundingan langsung dan bermakna dengan Israel sebenarnya tidak berguna karena perundingan tidak ada, dan pemerintah AS saat ini belum memberikan inisiatif perdamaian apapun," katanya dalam sebuah pernyataan.

Tidak ada reaksi segera dari pemerintahan Trump. Sedangkan kantor Netanyahu mengatakan penutupan tersebut merupakan masalah hukum AS.

"Kami menghormati keputusan tersebut dan berharap dapat terus bekerja sama dengan A.S. untuk memajukan perdamaian dan keamanan di wilayah ini," bunyi pernyataan yang dikeluarkan kantor Perdana Menteri Israel.
(ian)
Berita Terkait
Massa Aksi Solidaritas...
Massa Aksi Solidaritas Palestina Segel Kedubes Amerika Serikat
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Apa Hubungan Amerika...
Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Profil Angelina Jolie,...
Profil Angelina Jolie, Artis Amerika Serikat yang Mendukung Palestina
Paul Findley: Amerika...
Paul Findley: Amerika Serikat adalah Dermawan Israel
Berita Terkini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
2 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
3 jam yang lalu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
4 jam yang lalu
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
5 jam yang lalu
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
6 jam yang lalu
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
7 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved