Presiden Mugabe 'Diamankan' Militer, WNI di Zimbabwe Diminta Waspada

Kamis, 16 November 2017 - 03:03 WIB
Presiden Mugabe Diamankan...
Presiden Mugabe 'Diamankan' Militer, WNI di Zimbabwe Diminta Waspada
A A A
JAKARTA - Presiden Robert Mugabe dan keluarganya dilaporkan “diamankan” oleh militer di rumahnya selama lebih dari 12 jam terakhir di tengah munculnya spekulasi bahwa kudeta militer terjadi di negara itu. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Harare minta para warga negara Indonesia (WNI) di negara Afrika itu untuk waspada.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia dalam pesan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (16/11/2017), menyampaikan lima poin informasi terkait krisis politik yang sedang berlangsung di Zimbabwe. Kelima poin itu antara lain;

1. Situasi Harare sampai saat ini terpantau terkendali. Terdapat beberapa personel dan kendaraan militer di jalanan Harare. Sebagian besar masyarakat masih melaksanalan kegiatan seperti biasa.

2. Dikabarkan oleh media-media, saat ini Presiden Mugabe beserta keluarga telah ”diamankan tentara”.

3. KBRI telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, mengurangi aktivitas di luar rumah dan terus berkomunikasi dengan KBRI Harare.

4. Terdapat 41 WNI. KBRI melakukan komunikasi dengan mereka di grup WhatsApp.

5. Terkait banyaknya pemberitaan media online yang belum terkonfirmasi kebenarannya, KBRI Harare akan terus memberikan informasi perkembangan.

Sebelumnya diberitakan bahwa militer melalui televisi nasional mengumumkan bahwa untuk sementara mereka menguasai negara untuk menargetkan “penjahat” di sekitar kepala negara.

Baca juga: Militer Kuasai Zimbabwe, Presiden Mugabe Jadi Tahanan Rumah

Langkah militer ini diklaim untuk menyelesaikan krisis politik setelah Mugabe, 93, memecat Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa. Setelah pemecatan itu, istri Mugabe, Grace, dipersiapkan sebagai wakil presiden.

Mnangagwa dilaporkan telah kembali ke Zimbabwe pada Selasa malam dari Afrika Selatan, di mana dia melarikan diri pekan lalu setelah dipecat Mugabe.

Pengambilalihan kekuasaan negara oleh militer untuk sementara ini terjadi setelah Panglima Militer Jenderal Constantine Chiwenga mengancam Mugabe bahwa militer siap intervensi untuk mengakhiri kekacauan di Partai Zanu PF, partai berkuasa di negara tersebut.

Seorang pemimpin oposisi terkemuka mengatakan bahwa ada banyak pembicaraan yang sedang berlangsung, di mana tentara mengulurkan tangan kepada mereka guna membahas pembentukan pemerintah transisi setelah Mugabe mundur.

“Negosiasi telah berlangsung selama beberapa bulan dengan orang-orang tertentu di dalam tentara,” kata seorang pejabat oposisi senior yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dikutip The Guardian, Kamis (16/11/2017).

Pejabat tersebut mengatakan Mugabe akan mengundurkan diri minggu ini dan digantikan oleh Mnangagwa, dengan pemimpin oposisi menjabat sebagai wakil presiden dan perdana menteri. Namun, klaim pejabat oposisi ini belum bisa dikonfirmasi secara independen.

Oposisi Zimbabwe belum secara terbuka mengutuk langkah militer. Nelson Chamisa, Wakil Ketua Partai MDC (partai oposisi), menyerukan perdamaian, konstitusionalisme, demokratisasi dan supremasi hukum.

Tendai Biti, seorang pemimpin oposisi, meminta peta jalan kembali ke legitimasi. ”Kuncinya adalah bahwa sebuah otoritas transisional dibentuk termasuk dengan oposisi dan partai yang berkuasa,” katanya.

“Kami memerlukan dialog juga dengan (organisasi regional), Uni Afrika dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kami tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri,” ujar Biti.
(mas)
Berita Terkait
10 Negara Paling Menderita...
10 Negara Paling Menderita di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Pakai Uang Baru, Nilai...
Pakai Uang Baru, Nilai 1 Juta Dolar Zimbabwe Kini Berapa Rupiah?
Mata Uang Paling Tak...
Mata Uang Paling Tak Berharga, Nilai 100 Triliun Dolar Zimbabwe Berapa Dolar AS?
7 Penyebab Utama Hiperinflasi...
7 Penyebab Utama Hiperinflasi di Zimbabwe
Balita 3 Tahun Diselamatkan...
Balita 3 Tahun Diselamatkan Ibunya dari Cengkeraman Rahang Buaya
Ibu Ini Selamatkan Anaknya...
Ibu Ini Selamatkan Anaknya yang Umur 3 Tahun dari Rahang Buaya
Berita Terkini
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
3 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
4 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
5 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
6 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
7 jam yang lalu
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
8 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved