Eks Budak Seks dan Jamuan Udang Trump di Korsel Bikin Jepang Marah

Jum'at, 10 November 2017 - 14:05 WIB
Eks Budak Seks dan Jamuan...
Eks Budak Seks dan Jamuan Udang Trump di Korsel Bikin Jepang Marah
A A A
TOKYO - Pemerintah Jepang marah dengan tindakan Korea Selatan (Korsel) yang menjamu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan udang yang ditangkap di pulau sengketa.

Selain udang, Tokyo juga tak terima para perempuan mantan budak seks tentara Jepang di era Perang Dunia II dihadirkan dalam jamuan makan malam tersebut.

Jamuan makan malam itu digelar saat Trump berkunjung ke Korea Selatan beberapa hari lalu setelah pemimpin Gedung Putih itu bertolak dari Jepang. Suguhan udang yang diambil dari Dokdo—pulau sengketa—digambarkan media-media Jepang sebagai jamuan anti-Tokyo.

Daftar tamu dalam acara yang mengusik Jepang tersebut, salah satunya adalah Lee Yong-soo, 88. Dia adalah perempuan Korsel yang dijadikan budak seks tentara Jepang selama Perang Dunia II.

Foto-foto makan malam, yang diadakan di Gedung Biru menunjukkan Trump memeluk Lee.

Juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga, bertanya-tanya apakah bijaksana untuk membuat isyarat diplomatik yang sensitif pada saat Jepang, AS dan Korea Selatan berusaha untuk menekan Korea Utara agar melucuti program rudal balistik dan senjata nuklirnya.

”Pada saat koordinasi yang lebih kuat diperlukan untuk menangani masalah Korea Utara, dan ketika Presiden Trump telah memilih Jepang dan Korea Selatan sebagai pemberhentian pertama dalam perjalanannya, ada kebutuhan untuk menghindari membuat langkah-langkah yang dapat berdampak negatif pada koordinasi tersebut,” kata Suga, seperti dikutip The Guardian, Jumat (10/11/2017).

Media Seoul, Korea Herald mengutip juru bicara kepresidenan Korea Selatan, menulis; ”Undangan Lee dirancang untuk menyampaikan sebuah pesan kepada Trump dan memintanya untuk memiliki pandangan seimbang tentang isu wanita penghibur dan sengketa historis antara Korea Selatan dan Jepang.”

Jepang telah mengajukan sebuah protes melalui saluran diplomatik. Menurut pemerintah Tokyo, kehadiran Lee bertentangan dengan semangat kesepakatan 2015 tentang polemik wanita penghibur Perang Dunia II.

Dalam kesepakatan itu, Jepang setuju untuk menyumbangkan 1 miliar yen untuk kurang dari 40 korban budak seks yang masih hidup. Kedua belah pihak juga sepakat bahwa kontroversi tersebut telah diselesaikan.
(mas)
Berita Terkait
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
AS Koordinasikan Sanksi...
AS Koordinasikan Sanksi Korea Utara dengan Sekutu Asia
Hadapi Ancaman 3 Negara,...
Hadapi Ancaman 3 Negara, Korea Utara Tes Sistem Senjata Nuklir Bawah Air
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Gelar Pertemuan, AS...
Gelar Pertemuan, AS dan Sekutunya Cari Cara Kendalikan Nuklir Korut
AS-Jepang-Korsel Ancam...
AS-Jepang-Korsel Ancam 'Keroyok' Korut Jika Uji Coba Nuklir
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
2 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
4 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
4 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
5 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
6 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
7 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved