Puing Stasiun Luar Angkasa China Akan Buat Langit Eropa Hujan Api

Kamis, 09 November 2017 - 05:54 WIB
Puing Stasiun Luar Angkasa...
Puing Stasiun Luar Angkasa China Akan Buat Langit Eropa Hujan Api
A A A
BRUSSELS - Badan Antariksa Eropa (ESA) telah mempersempit lokasi kecelakaan untuk stasiun luar angkasa Tiangong-1 China, termasuk beberapa negara Eropa. Insiden itu kemungkinan akan terjadi pada awal tahun 2018 dan akan membuat Eropa dengan hujan api.

Badan ini akan memimpin sebuah kampanye internasional yang terdiri dari 13 agen antariksa dari seluruh dunia untuk melacak stasiun luar angkasa China yang telah memulai pendudukannya ke Bumi. Menurut siaran pers oleh ESA, mayoritas pesawat ruang angkasa tersebut diperkirakan akan terbakar saat masuk kembali ke atmosfer bumi.

"Karena geometri orbit stasiun, kita sudah bisa mengecualikan kemungkinan bahwa setiap fragmen akan jatuh lebih jauh ke utara dari 43 derajat Utara atau lebih jauh ke selatan dari 43 derajat Selatan," kata Holger Krag, Kepala Kantor Ruang Angkasa ESA seperti dilansir dari Russia Today, Kamis (9/11/2017).

Garis lintang ini menunjukkan bahwa Spanyol, Portugal, Italia, Bulgaria dan Yunani semuanya bisa berada di jalur tembak jika ada potongan puing-puing yang lebih besar dari stasiun tersebut gagal hancur sepenuhnya di atmosfer.

"Tanggal, waktu dan jejak geografis reentry hanya bisa diprediksi dengan ketidakpastian yang besar. Bahkan sesaat sebelum masuk kembali, hanya waktu yang sangat besar dan jendela geografis bisa diperkirakan," lanjut Krag.

"Dalam sejarah spaceflight, tidak ada korban karena puing-puing ruang angkasa yang jatuh yang pernah dikonfirmasi," agensi tersebut dengan hati hati menambahkan.

ESA telah mengambil peran kepemimpinan dalam kampanye pemantauan uji coba yang dilakukan oleh Komite Koordinasi Sengketa Badan Antariksa Antar Badan (IADC). IADC terdiri dari beberapa badan antariksa Eropa, termasuk NASA, Roscosmos, JAXA dari Jepang, ISRO dari India, KARI dari Korea Selatan dan China National Space Administration.

Anggota IADC akan mengumpulkan sumber daya mereka untuk melacak kemungkinan dampak pesawat luar angkasa di Bumi sambil memperkirakan kemungkinan jendela waktu di mana stasiun 'Heavenly Palace' Tiangong-1 akhirnya akan hancur. Stasiun tersebut saat ini mengorbit di ketinggian 300km, menempuh jarak sekitar 7km per detik.

"Tujuannya adalah untuk melakukan cross-verify, analisis silang dan meningkatkan akurasi prediksi untuk semua anggota," tulis agensi dalam siaran persnya. Orbit stasiun saat ini dapat dilihat di sini.

Tidak ada kontak dengan stasiun tersebut sejak tahun 2016 yang telah ditinggalkan pada tahun 2013. Pesawat tersebut diperkirakan akan melakukan reentry yang tidak terkendali antara Januari dan Maret 2018. ESA melakukan kampanye serupa pada tahun 2013 selama masuknya satelit GOCE yang tidak terkendali.
(ian)
Berita Terkait
Italia Tak Terkalahkan,...
Italia Tak Terkalahkan, Portugal dan Spanyol Bermain Imbang
Daftar 8 Tim Lolos ke...
Daftar 8 Tim Lolos ke Piala Eropa 2024 Lewat Jalur Kualifikasi
Susul Italia, 3 Negara...
Susul Italia, 3 Negara Eropa Berlakukan Tes Covid Bagi Pelancong China
Aparat Gabungan Portugal...
Aparat Gabungan Portugal dan Spanyol Sita Kokain Senilai Rp3,2 Triliun dari Perahu Layar
Mantan Pemimpin Catalan...
Mantan Pemimpin Catalan Ditahan di Sardinia
Spanyol dan Portugal...
Spanyol dan Portugal Sepakat Berkolaborasi Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030
Berita Terkini
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
15 menit yang lalu
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
39 menit yang lalu
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
51 menit yang lalu
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
1 jam yang lalu
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
2 jam yang lalu
Infografis
Orienspace China Tantang...
Orienspace China Tantang Dominasi SpaceX di Luar Angkasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved