Ancaman Korut Meningkat, Trump Minta Tambahan Dana untuk Militer

Selasa, 07 November 2017 - 06:57 WIB
Ancaman Korut Meningkat,...
Ancaman Korut Meningkat, Trump Minta Tambahan Dana untuk Militer
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, meminta kepada Kongres tambahan dana sebesar Rp79,5 triliun untuk militer. Hal itu dilakukannya ditengah lawatannya ke Asia yang bertujuan untuk melawan apa yang disebutnya sebagai ancaman Korea Utara (Korut).

Penambahan permintaan anggaran 2018 pemerintah datang tepat saat Trump meninggalkan Jepang ke Korea Selatan, di mana AS telah mulai memasang sistem pertahanan anti-rudal yang dikenal sebagai THAAD.

Permintaan Trump itu meliputi Rp53,9 triliun untuk sistem pertahanan dan deteksi rudal di Semenanjung Korea, Rp16,1 triliun untuk mendanai permintaannya untuk 3.500 tentara AS di Afghanistan, dan Rp9,4 triliun untuk memperbaiki dua kapal Angkatan Laut seperti dikutip dari USA Today, Selasa (7/11/2017).

Permintaan dana tambahan untuk peluru kendali ini datang tiga bulan setelah Trump pertama kali mengungkapkan pemikiran kedua tentang usulan pemerintahannya untuk memotong anggaran Badan Pertahan Rudal, dan berjanji untuk menambahkan miliaran kembali ke program tersebut. Tapi itu juga merupakan pelonggaran tuntutannya agar sekutu berbagi beban belanja pertahanan.

"Kami membuat peralatan militer terbaik di dunia," kata Trump kepada wartawan di Air Force One, Minggu kemarin.

"Sebuah tembakan baru saja dilakukan oleh Iran, menurut pendapat saya, di Arab Saudi. Anda tahu tentang itu, bukan? Anda melihat rudal yang keluar? Dan sistem kami menjatuhkan rudal dari udara. Betapa bagusnya milik kita. Tidak ada di dunia yang membuatnya seperti kita, dan sekarang kita menjualnya ke seluruh dunia," sambungnya.

Permintaan tersebut muncul saat Beijing dan Pyongyang telah menyelesaikan perselisihan mereka mengenai pemasangan peluncur THAAD di Korea Selatan, yang menurut China mengancam keamanan nasionalnya. Namun Korsel masih enggan menambahkan instalasi tambahan THAAD di semenanjung tersebut.

Baca juga:
Sempat Bersitegang, Korsel dan China Sepakat 'Berdamai'


Pertahanan rudal juga bisa digunakan untuk melindungi wilayah AS di Alaska dan Guam, yang sekarang berada dalam jangkauan rudal balistik Korut.

Dana Rp16,1 triliun untuk Afghanistan mengikuti pengumuman Trump tentang strategi yang dirubah untuk usaha perang yang diumumkan pada bulan Agustus lalu. Trump mengatakan pasukan AS akan tetap berada di sana tanpa batas waktu. "Kondisi di lapangan, bukan jadwal yang sewenang-wenang, akan memandu strategi kita mulai sekarang," katanya.

Semenatara dua kapal di armada Pasifik - USS John S. McCain dan USS Fitzgerald - telah mengalami kerusakan dalam tabrakan mematikan tahun ini, yang akhirnya menyebabkan komandan armada ke-7 dipecat. Semua pengeluaran yang diusulkan tidak sesuai anggaran, dengan menggunakan mekanisme pengeluaran perang dan keadaan darurat yang dirancang untuk mengatasi masalah anggaran.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Pakar: Janji Trump Capai...
Pakar: Janji Trump Capai Kesepakatan dengan Korut Jika Kembali Terpilih Sulit Tercapai
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Trump: Rusia, China,...
Trump: Rusia, China, dan Korea Utara Berkonspirasi Melawan AS
Eks Penasihat Trump:...
Eks Penasihat Trump: Korea Utara Sekarang Lebih Berbahaya
Berita Terkini
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
1 jam yang lalu
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
2 jam yang lalu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
2 jam yang lalu
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
3 jam yang lalu
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
3 jam yang lalu
Infografis
Trump Serius Ancam Iran...
Trump Serius Ancam Iran dengan Kekuatan Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved