Direktur CIA Bilang Garda Revolusi Iran Gada Teokrasi Lalim

Jum'at, 13 Oktober 2017 - 13:13 WIB
Direktur CIA Bilang...
Direktur CIA Bilang Garda Revolusi Iran Gada Teokrasi Lalim
A A A
AUSTIN - Direktur Central Intelligence Agency (CIA) Michael Pompeo melontarkan kecaman keras terhadap pemerintah Republik Islam Iran dalam pidatonya di Universitas Texas. Dia menyebut Iran sebagai “negara polisi yang kejam” dan ”teokrasi yang lalim” sedangkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai gadanya.

Pidato bos CIA ini disampaikan sebagai keynote pada forum keamanan nasional di Austin yang disponsori oleh universitas tersebut pada hari Kamis waktu setempat. Pernyataan Pompeo itu juga menjelang pengumuman administrasi Trump mengenai posisi Amerika Serikat (AS) dalam kesepakatan nuklir Teheran yang dirancanakan diumumkan hari Jumat (13/10/2017) waktu Washington.

Pemerintah Presiden Donald Trump telah mengisyaratkan akan memasukkan IRGC dalam daftar organisasi teroris yang menuai reaksi keras dari Teheran. Di masa lalu, AS telah mendaftarkan pejabat dan afiliasi IRGC sebagai teroris namun menolak untuk menyebutkan nama kelompok afiliasi itu secara keseluruhan.

”Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran dan Korps Garda Revolusi Islam adalah gada teokrasi yang lalim, dengan IRGC hanya bertanggung jawab kepada Pemimpin Tertinggi,” kata Pompeo merujuk pada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei.

”Mereka adalah garda depan dinasti yang merusak, yang memperluas kekuatan dan pengaruhnya di Timur Tengah,” lanjut Pompeo. Dia menggarisbawahi sepak terjang IRGC yang menjadi lebih berani dalam operasinya.

”Dalam beberapa tahun terakhir, IRGC telah menjadi lebih sembrono dan provokatif, berusaha memanfaatkan kekosongan yang ditinggalkan oleh ketidakstabilan di Timur Tengah untuk secara agresif memperluas pengaruhnya,” ujar Pompeo.

”(IRGC) ini secara terbuka bersumpah untuk memusnahkan Israel dan ketika Anda melihat kematian dan kehancuran yang ditimbulkan di Suriah, Yaman, dan Irak oleh Teheran dan kuasanya, ancamannya jelas: Iran sedang melakukan upaya yang kejam untuk menjadi kekuatan hegemoni di wilayah tersebut,” papar Pompeo, seperti dilansir NBC News.

Dalam satu bagian dari pidatonya, Pompeo membandingkan Iran dengan kelompok teror Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), di mana milisi Syiah yang terkait Iran telah bertempur di kawasan Timur Tengah selama bertahun-tahun.

”Karena tidak seperti ISIS dan khayalan khalifahnya, Iran adalah negara yang kuat yang tetap menjadi negara sponsor terorisme terbesar di dunia. Republik Islam adalah versi Iran tentang apa kekhalifahan yang seharusnya terlihat seperti berada di bawah kendali Ayatollah dan penjaga praetorya, IRGC,” imbuh Pompeo.

Direktur CIA ini menuduh IRGC telah berusaha untuk melakukan serangan teroris di Washington, di mana seorang petugas AS telah terbunuh oleh sebuah IED (improvised explosive device) yang terkait dengan Iran, beberapa tahun silam.

Empat tahun lalu, Manssor Arbabsiar dijatuhi hukuman 25 tahun penjara karena merencanakan untuk membunuh Duta Besar Arab Saudi di Washington. Pompeo mengatakan dalam pidatonya bahwa Arbabsiar telah merencanakan serangan tersebut dengan Pasukan Quds IRGC.

Namun, di saat Arbabsiar dihukum, sejumlah pakar Iran di dalam dan di luar pemerintah AS mempertanyakan apakah dia benar-benar bertindak atas nama IRGC.
(mas)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
1 jam yang lalu
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
2 jam yang lalu
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
10 jam yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
11 jam yang lalu
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
12 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved