Bobol NSA, Hacker Rusia Curi Rahasia Siber AS

Jum'at, 06 Oktober 2017 - 10:49 WIB
Bobol NSA, Hacker Rusia...
Bobol NSA, Hacker Rusia Curi Rahasia Siber AS
A A A
WASHINGTON - Peretas yang didukung pemerintah Rusia mencuri dokumen siber sangat rahasia milik Amerika Serikat (AS) pada tahun 2015 dari National Security Agency (NSA). Pencurian itu terjadi setelah seorang kontraktor memasukkan informasi di komputer di rumahnya.

Seperti dilaporkan oleh The Wall Street Journal, mengutip sumber yang tidak dikenal, pencurian tersebut mencakup informasi mengenai penetrasi jaringan komputer asing dan perlindungan terhadap serangan siber. Aksi ini kemungkinan akan dipandang sebagai salah satu pelanggaran keamanan yang paling signifikan sampai saat ini.

Dalam berita selanjutnya, The Washington Post mengatakan bahwa karyawan tersebut telah bekerja di unit Operasi Akses yang dirancag NSA untuk para hacker elit sebelum dia dipecat pada tahun 2015.

NSA menolak berkomentar, dengan alasan kebijakan agensi tidak pernah berkomentar mengenai masalah afiliasi atau personil.

Jika dikonfirmasi, peretasan tersebut akan menandai yang terbaru dalam serangkaian pelanggaran data rahasia dari badan intelijen rahasia tersebut, termasuk kebocoran data pada program surveilans AS yang rahasia pada tahun 2013 oleh kontraktor Edward Snowden.

Kontraktor lain, Harold Martin, sedang menunggu persidangan atas tuduhan bahwa dia mengambil barang-barang rumah NSA yang dirahasiakan. The Washington Post melaporkan bahwa Martin tidak terlibat dalam kasus yang baru diungkapkan.

Senator AS dari Partai Republik Ben Sasse, anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang menanggapi laporan Journal bahwa, jika benar, rinciannya sangat mengkhawatirkan.

"NSA perlu keluar dari pasir dan memecahkan masalah kontraktornya. Rusia adalah musuh yang jelas di dunia maya dan kita tidak mampu menanggung luka yang ditimbulkan sendiri ini," kata Sasse seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/10/2017).

Ketegangan sudah tinggi di Washington setelah AS menuding Rusia menjadikan negara itu sebagai target peretasan, termasuk menargetkan lembaga pemilu dan komputer Partai Demokrat dalam upaya untuk mempengaruhi hasil pemilu presiden pada 2016 lalu yang dimenangkan Donald Trump.

Mengutip sumber yang tidak dikenal, baik WSJ and Washington Post juga melaporkan bahwa kontraktor tersebut menggunakan perangkat lunak antivirus dari Kaspersky Lab yang berbasis di Moskow. Pemerintah AS telah melarang produk dari perushaan itu jaringan karena curiga mereka membantu Kremlin melakukan spionase.

Departemen Keamanan Dalam Negeri pada 13 September melarang produk Kaspersky di jaringan federal. Senat AS pun telah menyetujui sebuah undang-undang untuk melarang mereka digunakan oleh pemerintah federal, dengan alasan bahwa perusahaan tersebut mungkin merupakan pion Kremlin dan menimbulkan risiko keamanan nasional.

Kaspersky Lab membantah keras tuduhan tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
4 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
5 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
6 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
7 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
8 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
9 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved