Rebut Hawija dari ISIS, Pasukan Irak Luncurkan Serangan Pamungkas
Rabu, 04 Oktober 2017 - 15:56 WIB
Rebut Hawija dari ISIS, Pasukan Irak Luncurkan Serangan Pamungkas
A
A
A
BAGHDAD - Pasukan Irak meluncurkan serangan terakhir untuk merebut kota Hawija. Hawija adalah satu dari dua kantong wilayah di Irak yang masih dikendalikan ekstrimis ISIS.
Pasukan Irak mulai bergerak ke Hawija dua hari setelah merebut pangkalan udara Rashad. Pangkalan udara ini terletak 30 km ke selatan dan digunakan oleh militan sebagai tempat pelatihan dan logistik seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/10/2017).
Irak melancarkan aksi ofensif pada 21 September untuk mengusir ISIS dari Hawija, yang terletak di sebelah barat kota minyak Kirkuk dan utara Baghdad.
Daerah lain di negara 1001 Malam itu yang masih berada di bawah kendali kelompok militan adalah bentangan tanah di sepanjang perbatasan Suriah, di Irak barat.
ISIS yang menyatakan diri sebagai "khilafah" secara efektif ambruk pada bulan Juli, ketika pasukan Irak yang didukung Amerika Serikat (AS) merebut Mosul, ibukota de facto kelompok tersebut di Irak. Mosul berhasil direbut setelah pertempuran selama sembilan bulan yang melelahkan.
Kelompok ekstremis ISIS telah melihat wilayah yang dikontrolnya berkurang cukup jauh setelah sebelumnya menguasai wilayah Irak dan Suriah yang luas pada tahun 2014.
Di Irak, kehadiran ISIS telah berkurang hanya di kota Hawija di utara - di mana pasukan Irak mulai melakukan serangan pada hari Jumat - dan hamparan Lembah Efrat dekat perbatasan dengan Syria.
Pasukan Irak mulai bergerak ke Hawija dua hari setelah merebut pangkalan udara Rashad. Pangkalan udara ini terletak 30 km ke selatan dan digunakan oleh militan sebagai tempat pelatihan dan logistik seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/10/2017).
Irak melancarkan aksi ofensif pada 21 September untuk mengusir ISIS dari Hawija, yang terletak di sebelah barat kota minyak Kirkuk dan utara Baghdad.
Daerah lain di negara 1001 Malam itu yang masih berada di bawah kendali kelompok militan adalah bentangan tanah di sepanjang perbatasan Suriah, di Irak barat.
ISIS yang menyatakan diri sebagai "khilafah" secara efektif ambruk pada bulan Juli, ketika pasukan Irak yang didukung Amerika Serikat (AS) merebut Mosul, ibukota de facto kelompok tersebut di Irak. Mosul berhasil direbut setelah pertempuran selama sembilan bulan yang melelahkan.
Kelompok ekstremis ISIS telah melihat wilayah yang dikontrolnya berkurang cukup jauh setelah sebelumnya menguasai wilayah Irak dan Suriah yang luas pada tahun 2014.
Di Irak, kehadiran ISIS telah berkurang hanya di kota Hawija di utara - di mana pasukan Irak mulai melakukan serangan pada hari Jumat - dan hamparan Lembah Efrat dekat perbatasan dengan Syria.
(ian)