'Syekh Sniper' Irak Terbunuh dalam Perang Lawan ISIS di Hawija

Minggu, 01 Oktober 2017 - 14:48 WIB
Syekh Sniper Irak Terbunuh...
'Syekh Sniper' Irak Terbunuh dalam Perang Lawan ISIS di Hawija
A A A
BASRA - Seorang veteran Irak yang dikenal dengan julukan “syekh sniper” telah terbunuh dalam pertempuran melawan kelompok ISIS untuk merebut kembali Kota Hawija. Kematian sang sniper atau penembak runduk ini diumumkan pasukan para militernya pada Sabtu kemarin.

Nama aslinya adalah Abu Tahsin al-Salhi. Dia pernah ambil bagian dalam perang Arab-Israel tahun 1973. Dia mengklaim telah menembak mati setidaknya 320 teroris ISIS atau Daesh.

Ahmad al-Assadi, juru bicara Hashed al-Shaabi, aliansi milisi tempat al-Salhi bergabung dalam perang melawan ISIS mengatakan, sang “syekh sniper” terbunuh saat dia maju ke Hawija, barat laut Irak, pada hari Jumat.

Pada pemakamannya pada hari Sabtu di dekat kota pelabuhan Basra, teman dekat korban, Ahmad Ali Hussein seperti dikutip AFP, Minggu (1/10/2017), mengatakan bahwa penembak runduk itu dikenal secara luas oleh rekan-rekannya sebagai "syekh sniper" atau pun "mata elang”.

Senjata yang tak terpisahkan dari al-Salhi adalah senapan Steyr buatan Austria. Veteran berjanggut abu-abu itu identik juga dengan sepeda motor dan syal kotak-kotak hitam-putih serta sarung tangan.

Dalam sebuah video yang dirilis kelompok para militer Irak, veteran berusia 63 tahun itu memberikan ikhtisar karirnya sebagai penembak runduk yang dimulai pada tahun 1973 ketika dia menjadi bagian dari sebuah brigade Irak yang berjuang di Dataran Tinggi Golan di Suriah.

Dia juga berjuang dalam perang untuk diktator Saddam Hussein melawan Iran tahun 1980-1988, kemudian invasi ke Kuwait tahun 1990-an dan ikut perang juga melawan pasukan AS yang menggulingkan Saddam Hussein pada tahun 2003.

”Hari ini, saya menembak mati dua di antaranya (petempur ISIS). Ini konyol—minimum untuk saya adalah empat,” katanya di video tersebut. “Dalam pertempuran anti-ISIS pada tahun 2015, saya membunuh 173 dari mereka, dan sekarang saya berada di posisi 320 (orang).”
(mas)
Berita Terkait
Enam Tahun Pasca Serangan...
Enam Tahun Pasca Serangan ISIS, Nasib Kaum Yazidi Masih Belum Jelas
Irak Setop Tayangan...
Irak Setop Tayangan Prank Berbau Aksi Teror
Bom Sepeda Motor Tewaskan...
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak, Diduga Dilakukan ISIS
ISIS Masih Kuat, NATO...
ISIS Masih Kuat, NATO akan Kirim 3.500 Pasukan Tambahan ke Irak
Warga Irak Sambut Paus...
Warga Irak Sambut Paus Fransiskus di Bekas Pertahanan ISIS
Pernah Jajah Irak, George...
Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
Berita Terkini
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
28 menit yang lalu
AS Diperkirakan Akan...
AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
1 jam yang lalu
Jenderal Iran Incar...
Jenderal Iran Incar Trump dan Netanyahu, Balas Dendam untuk Khamenei
1 jam yang lalu
Trump Ketar-ketir Nyawanya...
Trump Ketar-ketir Nyawanya Terancam, Sebut Iran Berencana Membunuhnya
1 jam yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
2 jam yang lalu
Siapa Adnan Al Jumaili?...
Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Perminyakan Iran yang Simpan Uang Korupsi di Galon dan Ditimbun di Tanah
5 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved