Rezim Komunis Vietnam Perintahkan Ekskusi Eks Bos Minyak karena Korupsi

Minggu, 01 Oktober 2017 - 10:01 WIB
Rezim Komunis Vietnam...
Rezim Komunis Vietnam Perintahkan Ekskusi Eks Bos Minyak karena Korupsi
A A A
HANOI - Otoritas rezim komunis Vietnam memerintahkan ekskusi mati terhadap mantan kepala PetroVietnam, karena terbukti korupsi. Mantan bos minyak itu telah divonis mati setelah dinyatakan bersalah melanggar aturan dan menyalahgunakan kekuasaan yang merugikan keuangan negara.

Mantan kepala PetroVietnam bernama Nguyen Xuan Son tersebut ditangkap pada tahun 2015 oleh pemerintahan era Perdana Menteri Nguyen Tan Dung. Dia merasa tidak bersalah dan mengajukan banding.

Vonis mati dijatuhkan dalam sebuah persidangan massal terhadap 51 pejabat senior dan eksekutif perbankan yang dituduh melakukan korupsi dan salah urus yang mengakibatkan kerugian sebesar USD69 juta. Hukuman mati ini merupakan yang pertama kali dijatuhkan kepada pejabat tinggi.

Meurut Amnesty International, Vietnam tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki kasus eksekusi tertinggi di dunia. Negara itu baru saja mengganti pelaksanaan eksekusi mati dari regu tembak dengan suntikan mematikan.

”Menurut sebuah laporan Kementerian Keamanan Publik Vietnam yang diumumkan pada Februari 2017, 429 tahanan dieksekusi antara 6 Agustus 2013 dan 30 Juni 2016,” tulis Amnesty dalam laporannya, yang dikutip Minggu (1/10/2017).

Mengutip laporan Reuters, sejak perebutan kekuasaan di partai komunis tahun lalu, yang menyebabkan pengusiran Dung, pihak berwenang Vietnam telah melakukan tindakan keras terhadap para koruptor.

Eksekutif senior lainnya, Ha Van Tham, pendiri Ocean Group dan seorang pengusaha terkaya di Vietnam, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dalam persidangan massal tersebut.

”Perilaku Tham dan Son sangat serius, melanggar pengelolaan kekayaan negara dan menyebabkan keluhan publik, yang membutuhkan hukuman yang ketat,” kata hakim pengadilan, Truong Viet Toan, seperti dikutip AFP.

Beberapa eksekutif lain yang terlibat dalam persidangan massal tersebut mendapatkan hukuman 18 bulan hingga 22 tahun penjara.

Kepala perusahaan pelayaran negara bagian Vinashin juga dijatuhi hukuman mati setelah perusahaan mengalami kerugian finansial besar pada bulan Februari. Vietnam digolongkan sebagai salah satu negara paling korup di Asia.
(mas)
Berita Terkait
Wanita Korban Perang...
Wanita Korban Perang Vietnam Berjuluk 'Gadis Napalm' Terima Perawatan Terakhir
Rahasia Sukses Vietnam...
Rahasia Sukses Vietnam Atasi Pandemi COVID-19
Filip Nguyen, Kiper...
Filip Nguyen, Kiper Naturalisasi Vietnam Saingan Timnas Indonesia
Hasil Piala AFF 2024:...
Hasil Piala AFF 2024: Timnas Indonesia Keok di Tangan Vietnam
Pelatih Vietnam Philippe...
Pelatih Vietnam Philippe Troussier Berambisi Kalahkan Indonesia di Stadion GBK
Seriusi Pasar Amerika,...
Seriusi Pasar Amerika, Mobnas Vietnam Luncurkan Lagi 3 Mobil Listrik
Berita Terkini
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
11 menit yang lalu
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
34 menit yang lalu
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
2 jam yang lalu
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
3 jam yang lalu
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
5 jam yang lalu
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian AS dan Iran Tak Mungkin Terjadi, Teheran Akan Memiliki Senjata Nuklir
6 jam yang lalu
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved