Duterte: Tidak Ada Negara Lain yang Bisa Mendikte Kami

Sabtu, 30 September 2017 - 20:25 WIB
Duterte: Tidak Ada Negara...
Duterte: Tidak Ada Negara Lain yang Bisa Mendikte Kami
A A A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan, dirinya tidak akan membiarkan negara lain mendikte negaranya. Hal itu disampaikan Duterte di hadapan 39 negara anggota Forum Asia untuk Hak Asasi Manusia dan Pembangunan.

Juru Bicara Presiden Filipina, Ernesto Abella menuturkan, dalam pertemuan itu Duterte mengatakan, ia menyadari kekhawatiran negara lain mengenai operasi anti-narkoba yang berlangsung di Filipina. Namun, ia memastikan Filpina sedang berusaha memperbaiki catatan mengenai HAM. Meski demikian, ia mengaku tidak akan membiarkan lagi pihak luar mengatur apa yang harus dan tidak harus dilakukan oleh Filipina.

"Meskipun benar bahwa 39 negara telah menyatakan keprihatinannya atas pembunuhan terkait narkoba, faktanya tetap bahwa Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC), badan pengawas tertinggi di dunia, telah menerima dan memuji dengan suara bulat laporan Filipina," ucap Abella, seperti dilansir Anadolu Agency pada Sabtu (30/9).

"Sayangnya, masih terlihat beberapa pihak menolak untuk memahami aspek-aspek tertentu dari usaha HAM kita. Jadi, mari kita perjelas, bahwa tidak ada budaya impunitas di Filipina. Negara sedang menyelidiki semua tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang kredibel oleh semua agennya dan akan terus melakukannya, sesuai dengan Konstitusi dan undang-undang kita, dan sesuai dengan semangat tradisi nasional kebebasan dan demokrasi kita," sambungnya.

Menyuarakan kembali pernyataan Menteri Luar Negeri Filipina Alan Peter Cayetano awal pekan ini, Abella mengklarifikasi bahwa pemerintah tidak mentolerir pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan polisi.

"Sebenarnya, sistem peradilan kita tidak mentolerir pembunuhan di luar hukum yang disponsori negara. Semua tuduhan terhadap polisi dan menghindari prosedur kepolisian harus dibuktikan di pengadilan yang kompeten. Dan, jika ditemukan berjasa, harus menghasilkan sanksi yang sesuai terhadap pelaku. Gagal membuktikan hal ini, maka berarti itu hanyalah kabar angin belaka," ungkapnya.

"Yakinlah bahwa kita akan teguh dalam menjalankan tugas kita untuk melindungi rakyat kita dari momok narkoba, korupsi dan kriminalitas, sehingga dengan perkembangan dan keadilan sosial yang inklusif, mereka dapat mencapai kehidupan bermartabat di negara yang makmur. Untuk mencapai tujuan ini, kami akan dengan senang hati menerima bantuan teman asing kami. Tapi kita tidak akan pernah menerima sikap mendikte tentang bagaimana kita mengelola proses internal dalam negeri kita sendiri," tambahnya.
(esn)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
2 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
3 jam yang lalu
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
4 jam yang lalu
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
4 jam yang lalu
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
5 jam yang lalu
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
6 jam yang lalu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved