Media Riyadh: Bioskop Muncul Lagi di Arab Saudi, Siap?

Jum'at, 29 September 2017 - 13:59 WIB
Media Riyadh: Bioskop...
Media Riyadh: Bioskop Muncul Lagi di Arab Saudi, Siap?
A A A
RIYADH - Media Riyadh, Al Arabiya, memberi isyarat bahwa hiburan bioskop akan muncul lagi di Arab Saudi. Isyarat ini sejalan dengan bagian dari program reformasi “Vision 2030” yang dicetuskan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Pengumuman dari media Saudi itu dimunculkan melalui Twitter pada Kamis (28/9/2017). ”Bioskop datang di Arab Saudi. Siap?,” tulis media tersebut via akun Twitter @AlArabiya_KSA.

Beberapa bioskop pernah buka di wilayah Kerajaan Arab Saudi pada tahun 1970-an. Namun, atas desakan kaum konservatif pihak berwenang menutupnya.

Isyarat diputarnya lagi hiburan bioskop menyusul keputusan mengejutkan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud yang mengizinkan kaum perempuan mengemudikan mobil. Keputusan Raja Salman ini menjadi sejarah karena sudah sekitar 25 tahun, kaum perempuan dilarang mengemudikan mobil di negara tersebut.

Selain itu, untuk pertama kalinya pula Riyadh menunjuk perempuan sebagai juru bicara Kedutaan Besar Saudi di Washington DC, Amerika Serikat.

Ketua Otoritas Hiburan Umum (GEA) Arab Saudi, Ahmed Al Khatib, dalam wawancaranya dengan Reuters bulan April, mengatakan bahwa kaum konservatif yang mengkritik reformasi secara bertahap menyadari bahwa kebanyakan orang Saudi, yang mayoritas berusia di bawah 30 tahun, menginginkan perubahan.

Perubahan tersebut juga dimaksudkan untuk meraup dana hingga seperempat dari total USD20 miliar yang saat ini digunakan warga Saudi di luar negeri untuk menikmati hiburan.

99% seperti London dan New York

Al Khatib mengatakan, tujuan perubahan itu termasuk menciptakan hiburan di Saudi yang 99 persen akan sama seperti di London dan New York. Namun, dia menyadari perubahan semacam itu tidak akan berlangsung cepat.

”Saya yakin kita memenangkan argumen,” katanya. Komunitas Saudi terdiri dari kaum liberal dan konservatif. Namun, menurut Khatib mayoritasnya adalah moderat.

”Mereka bepergian, mereka pergi ke bioskop, mereka pergi ke konser. Saya mengandalkan segmen menengah, yaitu sekitar 80 persen dari populasi,” katanya.

Kaum konservatif, lanjut dia, bisa memilih tinggal di rumah jika mereka tidak peduli dengan keadaan tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
40 menit yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
2 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
3 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
4 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
4 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved