Erdogan Ingin Barter Pastor AS dengan Ulama Fethullah Gulen

Jum'at, 29 September 2017 - 11:33 WIB
Erdogan Ingin Barter...
Erdogan Ingin Barter Pastor AS dengan Ulama Fethullah Gulen
A A A
ANKARA - Presiden Tayyip Erdogan menyatakan, Turki dapat membebaskan pastor asal Amerika Serikat (AS) yang ditahan jika Washington menyerahkan ulama Muslim Fethullah Gulen yang tinggal di Pennsylvania. Ankara menginginkan Gullen yang dituduh dalang kudeta militer yang gagal pada Juli 2016.

Ankara sudah lama menginginkan ekstradisi Gulen—mantan sekutu yang berubah jadi musuh Erdogan—dari AS. Ulama itu membantah terlibat usaha kudeta terhadap pemerintah Erdogan, di mana 250 orang terbunuh.

Pejabat Washington, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa pemerintah Turki belum memberikan cukup bukti agar Departemen Kehakiman AS bertindak terhadap Gulen.

Pastor Andrew Brunson asal AS yang mengelola gereja kecil di Izmir, pantai barat Turki, merupakan satu dari ribuan orang yang ditahan dalam sebuah tindakan keras pemerintah Erdogan sejak kudeta yang gagal tersebut.

Brunson ditahan sejak Oktober lalu. Media Turki dalam laporannya menyatakan bahwa Brunson merupakan anggota jaringan Gulen, yang dianggap sebagai organisasi jaringan teroris oleh pemerintah Turki.

Pemerintah Washington menegaskan bahwa pemenjaraan Brunson merupakan hal yang salah dan meminta agar Ankara membebaskannya.

Dalam sebuah pidato di hadapan para polisi di istana kepresidenan di Ankara, Erdogan, mengaitkan nasib Brunson dengan Gulen.

”’Beri kami pendeta itu kembali, kata mereka’, Anda juga punya satu pastor. Berikan dia (Gulen) kepada kami,” kata Erdogan. ”Kalau begitu kita akan mencoba dia (Brunson) dan memberikannya pada Anda,” lanjut Erdogan, seperti dikutip Reuters, Jumat (29/9/2017).

”Pastor sudah kami adili. Bukan milik Anda, dia tinggal di Pennsylvania (Gulen), Anda (AS) bisa memberikannya dengan mudah, Anda bisa memberikannya segera.”

Sebuah keputusan hukum yang dikeluarkan pemerintah Turki pada bulan Agustus memberi wewenang kepada Erdogan untuk menyetujui pertukaran orang asing yang ditahan atau dihukum di Turki dengan orang-orang yang ditahan di negara lain sesuai persyaratan.

Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengisyaratkan penolakan “barter” tahanan yang ditawarkan Erdogan. ”Saya tidak dapat membayangkan bahwa kita akan melewati jalan itu,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Erdogan: Sanksi Amerika...
Erdogan: Sanksi Amerika Serikat Tidak Menghormati Turki
Erdogan: Turki Kirim...
Erdogan: Turki Kirim Peralatan Medis ke Amerika Serikat
9 Negara Sekutu Utama...
9 Negara Sekutu Utama Amerika Serikat di Timur Tengah
Erdogan: Gaza adalah...
Erdogan: Gaza adalah Tanah Palestina, Amerika Serikat Harus Menerimanya
Lawan COVID-19, Turki...
Lawan COVID-19, Turki Kirim Bantuan Peralatan Medis ke AS 
Turki Kecam Laporan...
Turki Kecam Laporan Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS
Berita Terkini
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
1 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
1 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
2 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
4 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
4 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
5 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved