Biksu Budha Serbu Tempat Penampungan Pengungsi PBB untuk Rohingya

Jum'at, 29 September 2017 - 05:58 WIB
Biksu Budha Serbu Tempat...
Biksu Budha Serbu Tempat Penampungan Pengungsi PBB untuk Rohingya
A A A
KOLOMBO - Sejumlah biksu Budha menyerbu sebuah tempat perlindungan Muslim Rohingya di Sri Lanka yang dioperasionalkan oleh PBB. Mereka menuntut agar para pengungsi dikirim kembali ke Myanmar di mana mereka telah melarikan diri dari aksi kekerasan militer.

Para pengikut filosofi Budha, yang menyerukan pencarian kedamaian dan cinta itu, memimpin aksi demonstrasi yang diikuti puluhan orang di sebuah rumah Mount Lavinia, di pinggiran Ibu Kota Kolombo.

"Polisi menahan sekitar 30 orang Muslim Rohingya - termasuk 16 anak - untuk keamanan mereka sendiri karena ada rencana untuk memindahkan kelompok tersebut ke lokasi lain," kata beberapa pejabat seperti dikutip dari laman Independent, Jumat (29/9/2017).

Gerakan Nasional Sinhala yang keras telah turun ke jalan untuk mendukung rekan-rekan Budha mereka di Myanmar, di mana agama tersebut merupakan agama mayoritas.

Para aktivis membawa spanduk, dengan satu dalam bahasa Inggris yang berbunyi: "Semua teroris bukan Muslim tapi kebanyakan teroris adalah Muslim."

Sebuah video klip di Facebook juga menunjukkan bahwa para pemrotes meneriakkan bahwa orang-orang Rohingya adalah "teroris yang membunuh umat Budha" di Myanmar.

Lebih dari 400 ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari negara bagian Rakhine. Aksi kekerasan militer meletus di wilayah itu setelah serangan gerilyawan oleh kelompok minoritas terhadap pasukan keamanan.

Pecahnya kekerasan di Rohingya terjadi setelah puluhan tahun mengalami penganiayaan dari orang-orang di Myanmar. Mereka tidak diizinkan untuk bergerak bebas dan ditolak kewarganegaraannya. Namun pihak berwenang mengklaim mereka penduduk asli negara tetangga Bangladesh yang secara ilegal menetap di Birma.

Lebih dari 1.000 orang tewas di tengah eksodus massal Rohingya dari negara bagian Rakhine, kata badan bantuan, melarikan diri dari militer yang dilaporkan membakar mereka dari desa mereka.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra'ad Al Hussein menggambarkannya sebagai "contoh teks book tentang pembersihan etnis".

Pejabat di Myanmar mengatakan bahwa lebih dari 100 orang terbunuh setelah kelompok gerilyawan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menyerang pos terdepan polisi di daerah yang dilanda konflik tersebut.

Analis internasional telah meminta badan luar seperti PBB untuk menemukan solusi atas krisis tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Sri Lanka Mencekam,...
Sri Lanka Mencekam, Lautan Demonstran Serbu Kantor Perdana Menteri Sri Lanka
PBB: Negara Bangkrut,...
PBB: Negara Bangkrut, Anak-anak Sri Lanka Tidur dalam Keadaan Lapar
Ranil Wickremesinghe...
Ranil Wickremesinghe Duduki Kursi Presiden Sri Lanka yang Baru
Menlu: PBB Mulai Lakukan...
Menlu: PBB Mulai Lakukan Pendataan Migran Rohingya di Aceh
Bantu Pengungsi Rohingnya...
Bantu Pengungsi Rohingnya di Aceh, Kemlu Koordinasi dengan PBB
Rumahnya Diserbu Ratusan...
Rumahnya Diserbu Ratusan Ribu Pendemo yang Marah, Presiden Sri Lanka Kabur
Berita Terkini
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
24 menit yang lalu
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
1 jam yang lalu
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
3 jam yang lalu
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
4 jam yang lalu
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
8 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
9 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved