Jalankan Sanksi PBB, China Tutup Perusahaan Asal Korut

Kamis, 28 September 2017 - 23:12 WIB
Jalankan Sanksi PBB,...
Jalankan Sanksi PBB, China Tutup Perusahaan Asal Korut
A A A
BEIJING - China telah mengatakan kepada perusahaan-perusahaan Korea Utara (Korut) yang beroperasi di wilayahnya untuk tutup. Hal itu terkait dengan penerapan sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap negara tersebut.

Perusahaan akan ditutup pada awal Januari. Usaha patungan China dan Korut juga terpaksa ditutup. Sebelumnya China, sekutu utama Pyongyang, telah melarang perdagangan tekstil dan membatasi ekspor minyak.

Baca juga:
China Akan Batasi Ekspor Minyak ke Korut


Langkah tersebut merupakan bagian dari respons internasional terhadap uji coba nuklir keenam dan paling kuat yang dilakukan oleh Korut. Dewan Keamanan PBB, di mana China menjadi anggota, memberikan suara bulat untuk sanksi baru pada 11 September.

Kementerian perdagangan China mengatakan telah menetapkan tenggat waktu 120 hari sejak dikeluarkannya resolusi tersebut untuk setiap perusahaan Korut yang berada di perbatasannya untuk ditutup seperti dikutip dari BBC, Kamis (28/9/2017).

Korut terisolasi secara politis dan ekonomi, dan sebagian besar perdagangannya adalah dengan China. Beijing secara tradisional melindungi tetangganya itu, namun dengan tajam mengkritik uji coba nuklirnya dan meningkatkan retorika.

Awal tahun ini, perusahaan China membatasi pembelian batubara dari Pyongyang dan perdagangan makanan laut serta besi yang melintasi perbatasan. Ditambah dengan larangan perdagangan tekstil, Korut telah kehilangan beberapa sumber pendapatan mata uang asingnya yang sedikit.

Beijing berada di bawah tekanan publik untuk mengambil tindakan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang telah bertepuk tangan dan mencela kebijakan China pada waktu yang berbeda-beda.

Trump juga terlibat dalam perang kata-kata langsung dengan pemimpin Korut Kim Jong-un, yang melabelinya sebagai "manusia roket" pada "misi bunuh diri". Trump memperingatkan bahwa dia tidak punya pilihan selain "menghancurkan" Korut jika dipaksa untuk membela AS atau sekutu-sekutunya.

Kim Jong-un, pada gilirannya, telah memanggil Trump "gila" dan "dotard", serta mengatakan bahwa komentar presiden AS telah meyakinkannya bahwa dia berhak untuk mencari pencegah nuklir, dan bahkan menuduh Trump telah menyatakan perang.

Pada sebuah briefing berita pada hari Kamis, juru bicara kementerian luar negeri China Lu Kang berkata: "Kami menentang perang di semenanjung Korea."

"Sanksi dan promosi pembicaraan sama-sama merupakan persyaratan Dewan Keamanan PBB. Kita seharusnya tidak terlalu menekankan satu aspek sambil mengabaikan yang lain," tegasnya.
(ian)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan Desak...
Korea Selatan Desak China Bantu 'Jinakkan' Korea Utara
Korea Selatan: China-Rusia...
Korea Selatan: China-Rusia Kunci Denuklirisasi Korea Utara
Penampakan Kapal Selam...
Penampakan Kapal Selam Bersenjata Nuklir Korea Utara Kim Kuk Ok
Penyelundupan Ilegal...
Penyelundupan Ilegal di Perbatasan Korea Utara dan China Picu Tragedi Kemanusiaan
Seoul Minta China-Rusia...
Seoul Minta China-Rusia Bujuk Korut Batalkan Uji Coba Nuklir
Berita Terkini
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
30 menit yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
1 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
2 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
3 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
4 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
5 jam yang lalu
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved