AS Bombardir Kamp ISIS di Libya, 17 Militan Terbunuh
Senin, 25 September 2017 - 17:28 WIB
AS Bombardir Kamp ISIS di Libya, 17 Militan Terbunuh
A
A
A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) membombardir sebuah kamp ISIS di Libya. Sebanyak 17 militan terbunuh dan tiga kendaraan kelompok teror tersebut hancur.
Menurut Pentagon, serangan diluncurkan pada hari Jumat lalu dengan pesawat nirawak. Sebanyak enam serangan udara presisi diluncurkan. Serangan di Libya ini tercatat yang pertama kali bagi Pentagon sejak Donald Trump menjabat Presiden AS.
Kamp yang terletak sekitar 150 mil sebelah tenggara Sirte, digunakan oleh kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) untuk transfer masuk dan keluar para petempur. Kamp itu juga digunakan untuk memasok senjata dan peralatan dan jadi markas untuk merencanakan serangan.
Selain ISIS, al-Qaeda juga telah mengambil keuntungan dari ruang-ruang tak berdaulat di Libya untuk mendirikan markas guna merencanakan serangan.
Seorang pejabat AS yang berbicara dalam kondisi anonim kepada Fox News mengatakan, ratusan petempur ISIS di Libya. ”Serangan seperti ini akan membuat jumlah menurun,” katanya, yang dilansir Senin (25/9/2017).
Pentagon, kata pejabat tersebut, sebenarnya menyediakan kapal perang dengan rudal jelaja Tomahawk untuk menyerang kamp ISIS. Namun, namun pesawat tak berawak dianggap opsi terbaik.
Angkatan Udara AS mengatakan, pesawat nirawak yang meluncurkan serangan di Libya mengisi bahan bakar 15 kali selama serangan dan sebelum kembali ke markas mereka di Missouri.
”AS akan melacak dan memburu para teroris ini, menurunkan kemampuan mereka dan mengganggu perencanaan dan operasi mereka dengan segala cara yang sesuai, sah dan proporsional, termasuk serangan presisi terhadap pasukan mereka, kamp pelatihan teror dan jalur komunikasi, serta bermitra dengan militer Libya agar menolak tempat berlindung yang aman bagi teroris di negara itu,” bunyi pernyataan militer AS.
Menurut Pentagon, serangan diluncurkan pada hari Jumat lalu dengan pesawat nirawak. Sebanyak enam serangan udara presisi diluncurkan. Serangan di Libya ini tercatat yang pertama kali bagi Pentagon sejak Donald Trump menjabat Presiden AS.
Kamp yang terletak sekitar 150 mil sebelah tenggara Sirte, digunakan oleh kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) untuk transfer masuk dan keluar para petempur. Kamp itu juga digunakan untuk memasok senjata dan peralatan dan jadi markas untuk merencanakan serangan.
Selain ISIS, al-Qaeda juga telah mengambil keuntungan dari ruang-ruang tak berdaulat di Libya untuk mendirikan markas guna merencanakan serangan.
Seorang pejabat AS yang berbicara dalam kondisi anonim kepada Fox News mengatakan, ratusan petempur ISIS di Libya. ”Serangan seperti ini akan membuat jumlah menurun,” katanya, yang dilansir Senin (25/9/2017).
Pentagon, kata pejabat tersebut, sebenarnya menyediakan kapal perang dengan rudal jelaja Tomahawk untuk menyerang kamp ISIS. Namun, namun pesawat tak berawak dianggap opsi terbaik.
Angkatan Udara AS mengatakan, pesawat nirawak yang meluncurkan serangan di Libya mengisi bahan bakar 15 kali selama serangan dan sebelum kembali ke markas mereka di Missouri.
”AS akan melacak dan memburu para teroris ini, menurunkan kemampuan mereka dan mengganggu perencanaan dan operasi mereka dengan segala cara yang sesuai, sah dan proporsional, termasuk serangan presisi terhadap pasukan mereka, kamp pelatihan teror dan jalur komunikasi, serta bermitra dengan militer Libya agar menolak tempat berlindung yang aman bagi teroris di negara itu,” bunyi pernyataan militer AS.
(mas)