Kurdi Irak Referendum Kemerdekaan Besok, Turki Intervensi Militer

Minggu, 24 September 2017 - 04:16 WIB
Kurdi Irak Referendum...
Kurdi Irak Referendum Kemerdekaan Besok, Turki Intervensi Militer
A A A
ANKARA - Parlemen Turki pada hari Sabtu memperbarui sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang mengizinkan militer untuk intervensi di Irak jika keamanan nasional terancam terkait referendum kemerdekaan Kurdi Irak. Referendum itu akan digelar Senin (25/9/2017) besok.

Selain di Irak, RUU itu juga mengizinkan militer Ankara intervensi di Suriah dalam kasus serupa. Keputusan untuk intervensi militer ini jadi peringatan terakhir Turki kepada Kurdi Irak untuk membatalkan referendum kemerdekaan.

Wilayah Turki yang rawan adalah area selatan. Ankara telah berulang kali memperingatkan Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) di Irak agar membatalkan rencananya untuk merdeka, namun peringatan itu diabaikan.

Orang-orang Kurdi tersebar di Turki, Suriah, Irak dan Iran dan tidak memiliki negara. Turki sendiri memiliki populasi etnis Kurdi yang besar dan sedang memerangi pemberontakan Kurdi di wilayah selatan.

Dalam RUU yang dibacakan di parlemen pada hari Sabtu, Turki mencantumkan kelompok militan Kurdi di Suriah dan Irak serta kelompok ISIS sebagai ancaman keamanan nasional.

Berbicara di parlemen, Menteri Pertahanan Turki Nurettin Canikli menyamakan pemungutan suara untuk kemerdekaan Kurdi Irak pada Senin besok seperti menarik batu bata dari struktur bangunan.

“Batu bata yang—jika ditarik keluar—bisa menghancurkan keseluruhan struktur yang dibangun dengan keseimbangan yang sensitif dan rapuh,” katanya. Dia memperingatkan bahwa konflik yang ditimbulkan dari referendum itu bisa menjadi konflik global.

Osman Baydemir, anggota parlemen dari Partai Demokrat Rakyat Kurdi atau HDP—faksi ketiga terbesar di parlemen—menyebut RUU tersebut sebagai sebuah mandat perang.

“Sebuah proklamasi permusuhan terhadap 40 juta orang Kurdi,” katanya, seperti dikutip ABC, Minggu (24/9/2017). Selusin anggota parlemen dari partai tersebut berada di balik jeruji besi karena diduga memiliki kaitan dengan kelompok teror.

HDP memilih untuk menolak RUU tersebut. Namun, partai-partai lainnya, termasuk Partai Rakyat Republik yang merupakan oposisi utama, mendukung.
(mas)
Berita Terkait
Bertikai Soal Keterlibatan...
Bertikai Soal Keterlibatan Militer di Irak, Turki Panggil Dubes Iran
Turki Serang Irak, Ini...
Turki Serang Irak, Ini Penjelasan Erdogan
Jalur Kereta akan Dibangun...
Jalur Kereta akan Dibangun antara Mosul Irak dan Turki
Turki Serang Hampir...
Turki Serang Hampir 500 Basis Kurdi di Irak Utara dan Suriah
Turki Serang Kamp Penampungan...
Turki Serang Kamp Penampungan Pengungsi Kurdi di Irak, 3 Tewas
Erdogan Peringatkan...
Erdogan Peringatkan Turki Bisa Serang Kamp Pengungsi di Pedalaman Irak
Berita Terkini
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
38 menit yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
1 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
2 jam yang lalu
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
10 jam yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
11 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
12 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved