PM Bangladesh Usulkan Zona Aman untuk Pengungsi Rohingya

Jum'at, 22 September 2017 - 10:24 WIB
PM Bangladesh Usulkan...
PM Bangladesh Usulkan Zona Aman untuk Pengungsi Rohingya
A A A
NEW YORK - Perdana Menteri (PM) Bangladesh mengusulkan untuk menciptakan zona aman bagi pengungsi Rohingya. Zona aman yang diawasi oleh PBB ini untuk melindungi para pengungsi dari tindakan militer untuk mencari perlindungan di negaranya.

"Orang-orang ini harus bisa kembali ke tanah air mereka dengan aman, selamat dan bermartabat," ujar Perdana Menteri Sheikh Hasina kepada Majelis Umum PBB seperti dikutip dari Independent, Jumat (22/9/2017).

Dalam kesempatan itu, Hasina menuduh pemerintah Myanmar telah menyebarkan ranjau darat di perbatasan untuk mencegah warga Rohingya kembali. Ia pun meminta PBB untuk segera mengambil langkah untuk menemukan solusi atas krisis tersebut.

Perdana Menteri Bangladesh tersebut menetapkan lima poin sebuah rencana lima poin yang menyerukan perlindungan orang-orang Rohingya di zona aman yang dapat diciptakan di dalam Myanmar di bawah pengawasan PBB.

"Myanmar harus menghentikan kekerasan dan praktik pembersihan etnis, setuju untuk mengizinkan sebuah misi pencarian fakta PBB, memastikan kembalinya para pengungsi dan mematuhi sebuah laporan yang merekomendasikan kewarganegaraan untuk Rohingya. Mereka saat ini kekurangan itu," kata Hasina.

Dunia internasional marah atas penderitaan Rohingya, yang mendorong Dewan Keamanan PBB bulan ini untuk menyerukan diakhirinya kekerasan tersebut. Namun, penciptaan zona aman semacam itu akan memerlukan persetujuan Dewan Keamanan dimana China, pendukung kuat bekas junta militer Myanmar, memiliki hak veto.

Sekitar 1,1 juta etnis Rohingya telah mengalami diskriminasi selama bertahun-tahun di Myanmar. Mereka ditolak kewarganegaraannya meskipun memiliki akar yang telah lama ada di negara ini.

"Eksekusi Rohingya baru-baru ini telah meningkatkan jumlah pengungsi dari Rakhine yang tinggal di Bangladesh menjadi lebih dari 800.000," kata perdana menteri tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan lebih dari 420 ribu etnis Rohingya telah melarikan diri untuk keamanan ke Bangladesh. Mereka menghadapi sebuah kampanye tentara di negara bagian Rakhine utara yang mencakup pemerkosaan dan pembakaran desa-desa.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menggambarkan operasi militer tersebut sebagai pembersihan etnis dan Presiden Prancis Emmanuel Macron melangkah lebih jauh, menggambarkannya sebagai genosida.
(ian)
Berita Terkait
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Tentara Myanmar Akui...
Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Puluhan Ribu Pengungsi...
Puluhan Ribu Pengungsi Rohingya di Bangladesh Berdemo Minta Dipulangkan
Berita Terkini
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
37 menit yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
1 jam yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
1 jam yang lalu
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
3 jam yang lalu
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved