China Bilang Tak Ada Radiasi Tak Wajar dari Nuklir Korut

Senin, 11 September 2017 - 16:41 WIB
China Bilang Tak Ada...
China Bilang Tak Ada Radiasi Tak Wajar dari Nuklir Korut
A A A
BEIJING - China menyatakan tidak ada peningkatan radiasi nuklir yang tak wajar di sepanjang perbatasannya dengan Korea Utara (Korut) delapan hari usai tes bom hidrogen Pyongyang. Penilaian Beijing ini berbeda dengan Korea Selatan (Korsel) yang mengklaim mendeteksi adanya radiasi.

Pyongyang yang menjadi sekutu terdekat Beijing pada 3 September melakukan uji coba senjata nuklir keenam kalinya berjenis bom hidrogen. Rezim Kim Jong-un yang berkuasa di Korut mengklaim telah berhasil mengembangkan bom hidrogen canggih yang bisa dipasang di atas rudal balistik antarbenua (ICBM).

Kementerian Lingkungan Hidup (MEP) China mengatakan, pemantauan radiasi yang dilakukan di wilayah perbatasan timur laut telah berakhir kemarin. Hasilnya, tidak ada hasil tak wajar yang ditunjukkan setelah pemantauan selama delapan hari.

”Sebuah penilaian komprehensif menyimpulkan bahwa uji coba nuklir DPRK (Korut) ini tidak menimbulkan dampak lingkungan terhadap China, dan kondisi untuk penghentian (pemantauan darurat) telah terpenuhi,” bunyi pernyataan MEP, yang dilansir Xinhua, Senin (11/9/2017).

Semua stasiun pemantauan di daerah perbatasan dan daerah sekitarnya, termasuk di Provinsi Heilongjiang, Jilin, Liaoning dan Shandong, mencatat tingkat radiasi masih normal pada pukul 18.00 sore kemarin.

Sebelumnya, para pakar nuklir Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa jejak bahan radioaktif yang terdeteksi di negara tersebut. Penemuan ini terjadi lima hari setelah Korut menguji coba senjata nuklir terbarunya.

Kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan, Komisi Keamanan dan Keselamatan Nuklir Korsel menemukan 0,43 miligram per meter kubik dari isotop xenon yang hanya ada akibat reaksi nuklir. Partikel radioaktif yang disebut radionuklida ini, ditemukan dalam analisis sampel laut, darat dan udara yang dikumpulkan setelah Pyongyang meledakkan bom hidrogen.

"Saat ini sedang dianalisis bagaimana xenon memasuki wilayah Korea Selatan dan akan membuat keputusan di kemudian hari apakah materi tersebut terkait dengan uji coba nuklir Korea Utara (atau bukan),” bunyi pernyataan yang dikeluarkan badan tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan Desak...
Korea Selatan Desak China Bantu 'Jinakkan' Korea Utara
Korea Selatan: China-Rusia...
Korea Selatan: China-Rusia Kunci Denuklirisasi Korea Utara
Penampakan Kapal Selam...
Penampakan Kapal Selam Bersenjata Nuklir Korea Utara Kim Kuk Ok
Penyelundupan Ilegal...
Penyelundupan Ilegal di Perbatasan Korea Utara dan China Picu Tragedi Kemanusiaan
Seoul Minta China-Rusia...
Seoul Minta China-Rusia Bujuk Korut Batalkan Uji Coba Nuklir
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
59 menit yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
5 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
5 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved