Desmond Tutu Kutuk Suu Kyi: Harga Kebungkamanmu Terlalu Mahal

Jum'at, 08 September 2017 - 09:37 WIB
Desmond Tutu Kutuk Suu...
Desmond Tutu Kutuk Suu Kyi: Harga Kebungkamanmu Terlalu Mahal
A A A
CAPE TOWN - Satu lagi peraih Nobel Perdamaian mengkritik sikap bungkam Aung San Suu Kyi. Kali ini giliran Desmond Tutu yang mengkritik sikap bungkam Suu Kyi.

Lewat sepucuk surat, Desmond Tutu meminta Suu Kyi untuk mengakhiri kekerasan terhadap minoritas Muslim Rohingya di negaranya. Uskup Agung berusia 85 tahun itu mengatakan bahwa kengerian dan pembersihan etnis di wilayah Rahkine telah memaksanya untuk berbicara menentang wanita yang dikagumi dan dianggap sebagai saudara perempuan tercinta.

Meskipun Suu Kyi bertahan pada pendapatnya bahwa penanganan terhadap krisis tengah dilakukan, Tutu mendesak pemenang Nobel Perdamaian itu untuk melakukan intervensi.

"Saya sekarang sudah tua, jompo dan pensiun secara resmi, tapi melanggar sumpah saya untuk tetap diam dalam urusan publik karena kesedihan yang dalam," tulisnya dalam sebuah surat yang diposkan di media sosial.

"Selama bertahun-tahun saya memandang fotomu di mejaku untuk mengingatkan Saya akan ketidakadilan dan pengorbanan yang Anda alami dari cinta dan komitmen Anda untuk orang-orang Myanmar. Anda melambangkan kebenaran," tulis Tutu seperti dilansir dari The Guardian, Jumat (8/9/2017).

"Kemunculan Anda ke dalam kehidupan publik menghilangkan kekhawatiran kami tentang kekerasan yang dilakukan terhadap anggota Rohingya. Tapi apa yang beberapa orang sebut sebagai pembersihan etnis dan yang lainnya genosida perlahan terus berlanjut - dan baru-baru ini dipercepat," sambung Tutu.

"Ini tidak sesuai untuk simbol kebenaran untuk memimpin negara seperti itu. Jika harga politik kenaikan Anda ke kantor tertinggi di Myanmar adalah kebungkaman Anda, harganya pasti terlalu tinggi," kata aktivis anti-apartheid itu lagi.

Tutu bergabung dengan daftar suara yang terus bertambah yang meminta Aung San Suu Kyi untuk berbuat lebih banyak untuk melindungi minoritas Muslim Myanmar yang dianiaya.

Malala Yousafzai, pemenang hadiah Nobel perdamaian termuda, mengatakan dunia sedang menunggu untuk Aung San Suu Kyi bertindak.

"Setiap kali saya melihat berita tersebut, hati saya hancur," tulisnya di Twitter.

"Selama beberapa tahun terakhir, saya berulang kali mengutuk perlakuan tragis dan memalukan ini. Saya masih menunggu rekan peraih Nobel Aung San Suu Kyi untuk melakukan hal yang sama," sambungnya.

Baca juga:
Tragedi Rohingya Memalukan, Malala: Dunia Menanti Suu Kyi Bertindak
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Berita Terkini
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
30 menit yang lalu
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
1 jam yang lalu
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
1 jam yang lalu
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
2 jam yang lalu
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
3 jam yang lalu
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
4 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Menggila,...
Harga Emas Menggila, Kini Tembus Rp1,9 Juta Per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved