Aung San Suu Kyi Akhirnya Buka Suara Terkait Krisis Rohingya

Rabu, 06 September 2017 - 11:33 WIB
Aung San Suu Kyi Akhirnya...
Aung San Suu Kyi Akhirnya Buka Suara Terkait Krisis Rohingya
A A A
NAYPYIDAW - Peraih Nobel, Aung San Suu Kyi, akhirnya memberikan komentar publik pertamanya mengenai nasib minoritas Rohingya. Etnis Rohingya telah menjadi korban dari aksi kekerasan yang meletus hampir dua minggu lalu.

Suu Kyi, yang menjabat penasihat negara Myanmar adalah pemimpin de facto negara tersebut, mengatakan bahwa pemerintahnya bekerja untuk melindungi hak Rohingya. Hal itu diungkapkannya selama percakapan via telepon dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan.

Baca juga:
Telepon Suu Kyi, Erdogan Sebut Dunia Islam Khawatir dengan Krisis Rohingnya


"Kami tahu betul, lebih dari kebanyakan, apa artinya dicabut hak asasi manusia dan perlindungan demokrasi," kata Suu Kyi, dalam percakapan tersebut seperti dikutip dari CNN, Kamis (6/9/2017).

"Jadi kami memastikan bahwa semua orang di negara kami berhak untuk melindungi hak-hak mereka, keadilan juga, dan bukan hanya politik tapi juga pembelaan terhadap sosial dan kemanusiaan," sambungnya.

Selama pembicaraan via telepon itu, Suu Kyi juga mengatakan bahwa banyak informasi keliru yang disebarkan untuk mempromosikan kepentingan para teroris. Ia menambahkan bahwa pemerintahnya telah bekerja keras untuk memastikan bahwa terorisme tidak menyebar ke seluruh negara bagian Rakhine.

Suu Kyi telah mendapat kecaman dalam beberapa hari ini karena dianggap gagal mencegah terjadinya pembunuhan massal dan pengusiran etnis Rohingya oleh pemerintahannya. Hal ini tidak terlepas dari citra Suu Kyi sebagai pejuang hak asasi manusia.

Sedikitnya 123.000 pengungsi Rohingya telah melintasi perbatasan Bangladesh hanya dalam waktu dua minggu setelah sebuah aksi militer Myanmar. Kekerasan meningkat setelah serangan terkoordinasi terhadap pos-pos perbatasan yang oleh pemerintah disalahkan kepada kelompok teroris.

Pengungsi membawa serta cerita tentang kematian dan penghancuran dari dalam provinsi Myanmar barat. Citra satelit yang dirilis oleh Human Rights Watch menunjukkan seluruh desa telah rata dengan tanah.
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Myanmar: Sebagian Besar...
Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
7 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
9 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
10 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
12 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
12 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
14 jam yang lalu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved