Indonesia Dorong Semua Pihak Setop Kekerasan di Rakhine, Myanmar
Selasa, 29 Agustus 2017 - 16:52 WIB
Indonesia Dorong Semua Pihak Setop Kekerasan di Rakhine, Myanmar
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengecam serangan kelompok bersenjata terhadap pos-pos polisi Myanmar serta fasilitas penampungan pengungsi di Maungdaw di negara bagian Rakhine pada Sabtu, 25 Agustus lalu. Kementerian Luar Negeri Indonesia mendorong semua pihak menghentikan kekerasan di Rakhine.
Serangan itu memicu respons militer yang berujung konfrontasi antara tentara dan kelompok bersenjata di Rakhine. Puluhan orang tewas, termasuk belasan pasukan Myanmar.
Kekerasan terbaru di wilayah itu telah memaksa banyak warga minoritas Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.
Baca: Erdogan Bilang Dunia Buta dan Tuli terhadap Muslim Rohingya
Indonesia menyesalkan jatuhnya banyak korban jiwa maupun korban luka. “Indonesia mengharapkan Pemerintah Myanmar segera mengambil langkah-langkah untuk segera memulihkan keamanan dan memberikan perlindungan kemanusiaan secara inklusif,” kata Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (29/8/2017).
“Indonesia juga mendorong semua pihak segera menghentikan aksi kekerasan, berkontribusi terhadap pemulihan keamanan serta menghormati hak asasi manusia masyarakat di Rakhine termasuk masyarakat Muslim,” lanjut kementerian tersebut.
Situasi di Rahkine sangat kompleks. Menurut pemerintah Indonesia, kerja sama semua pemangku kepentingan diperlukan agar perdamaian, keamanan, stabilitas dan pembangunan inklusif, dapat dilakukan di wilayah tersebut.
Siatuasi yang damai, aman dan stabil di Myanmar termasuk di Rakhine penting untuk mendukung terjaganya stabilitas di ASEAN dan pembangunan yang berkelanjutan di kawasan.
Indonesia akan melanjutkan kerja sama dengan Myanmar dalam proses rekonsiliasi, demokratisasi dan pembangunan inklusif, termasuk upaya implementasi rekomendasi laporan mantan Sekjen PBB Kofi Annan.
Serangan itu memicu respons militer yang berujung konfrontasi antara tentara dan kelompok bersenjata di Rakhine. Puluhan orang tewas, termasuk belasan pasukan Myanmar.
Kekerasan terbaru di wilayah itu telah memaksa banyak warga minoritas Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.
Baca: Erdogan Bilang Dunia Buta dan Tuli terhadap Muslim Rohingya
Indonesia menyesalkan jatuhnya banyak korban jiwa maupun korban luka. “Indonesia mengharapkan Pemerintah Myanmar segera mengambil langkah-langkah untuk segera memulihkan keamanan dan memberikan perlindungan kemanusiaan secara inklusif,” kata Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (29/8/2017).
“Indonesia juga mendorong semua pihak segera menghentikan aksi kekerasan, berkontribusi terhadap pemulihan keamanan serta menghormati hak asasi manusia masyarakat di Rakhine termasuk masyarakat Muslim,” lanjut kementerian tersebut.
Situasi di Rahkine sangat kompleks. Menurut pemerintah Indonesia, kerja sama semua pemangku kepentingan diperlukan agar perdamaian, keamanan, stabilitas dan pembangunan inklusif, dapat dilakukan di wilayah tersebut.
Siatuasi yang damai, aman dan stabil di Myanmar termasuk di Rakhine penting untuk mendukung terjaganya stabilitas di ASEAN dan pembangunan yang berkelanjutan di kawasan.
Indonesia akan melanjutkan kerja sama dengan Myanmar dalam proses rekonsiliasi, demokratisasi dan pembangunan inklusif, termasuk upaya implementasi rekomendasi laporan mantan Sekjen PBB Kofi Annan.
(mas)