Turki Kecam Serangan di Rakhine
Minggu, 27 Agustus 2017 - 19:54 WIB
Turki Kecam Serangan di Rakhine
A
A
A
ANKARA - Turki mengecam serangan mematikan terhadap pos-pos perbatasan di negara bagian Rakhine, Myanmar barat. Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 89 orang tewas.
Dalam sebuah pernyataan tertulis, Kementerian Luar Negeri Turki menyuarakan keprihatinan atas serangan tersebut. "Kami mengecam serangan tersebut dan menekankan bahwa masalah di negara bagian Rakhine tidak dapat diselesaikan melalui kekerasan," kata kementerian itu.
Pernyataan tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (27/8), kemudian mengatakan, bahwa sangat menyedihkan serangan tersebut terjadi pada saat laporan Komisi Penasehat Rakhine Kofi Annan dirilis.
Dalam laporan 63 halaman yang dipresentasikan kepada pemerintah pada hari Rabu, komisi yang dipimpinan Annan menyerukan diakhirinya pembatasan pergerakan, dan pemberian kewarganegaraan bagi minoritas Rohingya 1,2 juta di Rakhine.
Serangan yang terjadi pada Jumat lalu itu menargetkan setidaknya 30 pos di perbatasan Bangladesh di distrik Maungdaw. Serangan ini diklaim dilakukan oleh sebuah kelompok yang disebut Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).Kantor Penasihat Negara Aung San Suu Kyi mengatakan seorang tentara, 10 petugas polisi, seorang petugas imigrasi dan 77 gerilyawan tewas dalam serangan tersebut dan 15 orang terluka.
Dalam sebuah pernyataan tertulis, Kementerian Luar Negeri Turki menyuarakan keprihatinan atas serangan tersebut. "Kami mengecam serangan tersebut dan menekankan bahwa masalah di negara bagian Rakhine tidak dapat diselesaikan melalui kekerasan," kata kementerian itu.
Pernyataan tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (27/8), kemudian mengatakan, bahwa sangat menyedihkan serangan tersebut terjadi pada saat laporan Komisi Penasehat Rakhine Kofi Annan dirilis.
Dalam laporan 63 halaman yang dipresentasikan kepada pemerintah pada hari Rabu, komisi yang dipimpinan Annan menyerukan diakhirinya pembatasan pergerakan, dan pemberian kewarganegaraan bagi minoritas Rohingya 1,2 juta di Rakhine.
Serangan yang terjadi pada Jumat lalu itu menargetkan setidaknya 30 pos di perbatasan Bangladesh di distrik Maungdaw. Serangan ini diklaim dilakukan oleh sebuah kelompok yang disebut Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).Kantor Penasihat Negara Aung San Suu Kyi mengatakan seorang tentara, 10 petugas polisi, seorang petugas imigrasi dan 77 gerilyawan tewas dalam serangan tersebut dan 15 orang terluka.
(esn)